Ekspor Sumbar Turun 27,65 Persen

- Rabu, 17 Juni 2015 | 18:03 WIB

Ia mengatakan penu­runan ekspor nonmigas Mei 2015 jika diban­ding­kan dengan April 2015 terjadi ke beberapa negara tujuan diantaranya India 3,07 persen, Amerika Serikat 5,67 persen, Si­nga­pura 88,74 persen, dan Jepang 29,28 persen. “Sementara ekspor ke Pakistan naik tajam men­capai 13,6 juta dolar AS, sejalan dengan Malaysia, Belanda, Srilanka, Selan­dia Baru dan Tiongkok juga mengalami naik sig­nifikan,” ujar dia.

Ia mengatakan pada Mei 2015 ekspor ke India memiliki peran terbesar terhadap total ekspor Sumbar sebesar 41,99 persen, Amerika Serikat 19,54 persen, Singapura 8,14 persen, Pakistan 3,17 persen, dan Malaysia se­besar 2,49 persen. “De­ngan demikian, selama Mei 2015 peran total ekspor ke lima negara tersebut sebesar 75,33 persen,” kata dia.

Ia mengatakan golo­ngan barang ekspor yang paling besar pada Mei 2015 adalah lemak dan minyak hewan dan nabati sebesar 89,3 juta dolar AS, golongan karet dan barang dari karet sebesar 29,4 juta dolar AS dan ampas atau sisa industri makanan sebesar 2,7 juta dolar AS.

Yomin menambahkan menurut sektor ekspor produk industri turun 29,20 persen dibanding ekspor April 2015, se­dang­kan ekspor hasil per­tanian mengalami penu­runan sebesar 8,17 per­sen.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko mengatakan men­catat komoditas eks­por daerah itu masih di­do­minasi oleh crude palm oil (CPO) atau mi­nyak sawit serta karet dalam lima tahun terakhir. “Hasil industri pengolahan di sektor per­kebunan masih menjadi komoditas ekspor utama di CPO berkontribusi sebesar 71 persen dan karet 16 persen,” kata dia.

Menurut dia untuk Sumbar lahan sawit yang cukup besar berada di Kabupaten Pasaman dan Dharmasraya. “Akan te­tapi jika dilihat dari be­berapa provinsi lain di Sumatera, produksi CPO Sumbar relatif kecil ha­nya enam persen dari total produksi CPO di Sumatera,” kata dia.

Ke depan yang perlu dilaku­kan adalah me­ning­katkan nilai tambah CPO melalui industri pengolahan jika pening­katan produksi tidak di­mung­kinkan lagi, tambahnya.  (h/ans)

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X