Harga Sawit Jatuh

- Jumat, 31 Juli 2015 | 19:51 WIB

Salah seorang petani sa­wit asal Panti Ronaldi (39) kepada Haluan Jumat ke­marin menyebutkan, dirinya mengeluhkan dengan jatuh­nya harga sawit yang dijual di pasaran, pasalnya sebe­lum masuknya hari raya Idul Fitri, harga sawit masih normal dikisaran Rp1700 per kilo gramnya, namun saat pasca lebaran, harga sawit hanya kisaran Rp550/kg.

Jelas para petani sangat dirugikan sekali dengan harga yang hanya dibeli oleh para toke, yang mana nan­tinya akan dijual di pabrik sawit diatas harga rata-rata yang mereka beli kepada setiap petani.

Kondisi seperti ini sa­ngat memiriskan para nasib petani sawit, karena tandan buah segar (TBS) setiap sawit jelas merugikan para petani, belum lagi modal seperti biaya upah mem­babat dan memberikan pu­puk dan racun belum ter­kembalikan sama sekali.

Menurut Ronaldi diri­nya sangat terpukul dan merasakan dampak jatuh­nya harga sawit, malah ka­lau tidak dijual, tentunya buahnya akan busuk, dengan terpaksa dijual kepada para agen atau toke yang dibeli dengan harga rendah, alasan para agen atau toke karena saat ini harga sawit dunia turun, padahal kalu dilihat dari kurs dollar sedang naik. Dia menduga ada spekulasi tentang penetapan harga tandan buah segar yang jauh dari yang dijual sebelum masuknya Idul fitri.

“Kita sudah meminta ke­pa­da agen atau toke perso­alan kenapa harga sawit jatuh dari pasaran, jangan untung yang dicari, modal untuk upah pembelian obat, upah pem­babatan tidak kembali,” tan­das Ronaldi yang me­miliki 2 Ha kebun sawit di daerah Panti.

Karena itu dia meminta pemerintah tentunya untuk kembali tegas menetapkan harga sawit, dimana ke­mung­kinan ada spekulasi dalam penentuan harga sa­wit yang harganya sangat jatuh, apalagi kondisi eko­nomi yang belum stabil, termasuk musim kemarau membuat beberapa tanaman lain seperti padi di prediksi gagal panen, karena adanya musim kemarau yang ber­kepanjangan.

Ronaldi berharap lahan sawit yang dimiliki oleh selama tujuh tahun ini, kem­bali memperoleh hasil dan keuntungan kembali, se­hingga para petani sawit sejahtera dan bergairah kem­bali untuk menjadikan komoniti sawit Pasaman khususnya Panti memiliki nilai jual yang tinggi. (h/tos)

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X