Omzet UMKM Berkurang Hingga 40 Persen

Administrator
- Minggu, 23 Agustus 2015 | 19:03 WIB

“Saya bicara dengan Jamkrindo dan beberapa lembaga penyalur pinjaman bahwa simpanan tetap cenderung naik 20%, pinjaman menurun. Pinjaman itu kan untuk kegiatan produktif maupun konsumsi, saat ini menurun,” jelasnya. Menurutnya, ada tiga hal yang akan dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Kedua, fiskal penyerapan APBN meningkat. Presiden beri trigger untuk terus naikkan serapan APBN. Infrastruktur harus terus ditingkatkan pem­bangunannya,” ujarnya. Ketiga, kata Agus, tingkat inflasi yang terjaga dengan baik. Menurutnya, saat ini inflasi masih dalam tingkat yang baik meski daya beli masyarakat turun.

“Serapan anggaran kami optimis akhir tahun bisa besar karena pekerjaan lelang sudah selesai, jadi bisa serap anggarannya. Solusi mikronya seperti itu,” imbuhnya. Pemerintah juga sudah menurunkan bunga KUR dari 22% menjadi 12%, ditambah dengan pembiayaan mikro Rp 25 juta tidak perlu pakai agunan.

“Dana penjaminan KUR Rp2 triliun ditambah Rp500 miliar. Jangan takut UMKM nunggak karena sudah kita bayar lewat Jamkrindo dan Askrindo. Dana tetap ada,” ucapnya. “Jangka pendek solusi masalah UMKM adalah ayo bangun koperasi. Kalau belum bisa menembus market dengan cara sendiri-sendiri ayo gabung di koperasi. UMKM jual produk lewat koperasi,” tutupnya. (h/dtc)

Editor: Administrator

Terkini

Gunung Fuji di Jepang Dikabarkan Akan Meletus

Minggu, 5 Desember 2021 | 05:05 WIB

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X