Petani Beralih Bertanam Ubi Kayu

Administrator
- Minggu, 23 Agustus 2015 | 19:03 WIB

Akibat hubungan seperti itu menurut Nawir ia tidak punya pilihan lain untuk menjual TBS bila masa pa­nen tiba. Berapapun harga yang ditetapkan touke ia tidak bisa mengelak. “Meski dengan menjual sawit se­harga Rp350 kami tidak mungkin melupakan jasa touke disaat kami dalam keadaan sulit,” katanya.

Selanjutnya Naldo petani di Kambang Utara justeru telah banting stir dengan menanam ubi kayu di lahan­nya. Menurutnya, ubikayu lebih menguntungkan dari­pada sawit. Harga ubi kayu relatif stabil yakni 2500 perkilogramnya.  Satu pe­riode tanam meng­habiskan waktu enam hingga delapan bulan. Hasil yang diperoleh cukup me­nguntungkan.

Selanjutnya, Yendi Imam Bandaro Kampai juga sangat terarik dengan ta­naman ubikayu. “Harga TBS tidak menentu, lebih baik kita beralih ke tanaman muda semisal ubikayu,” tutupnya. (h/har)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB

156 Jiwa Meninggal Akibat Kolera di Afrika Barat

Selasa, 30 November 2021 | 13:33 WIB

Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
X