Kenaikan Biaya Sekolah Dongkrak Inflasi Padang dan Bukittinggi

- Rabu, 2 September 2015 | 19:03 WIB

Adapun, secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi Kota Padang tercatat 7,30% dan Bukittinggi 6,78%.

“Angka itu dinilai masih relevan untuk mengejar target inflasi single digit.Kebutuhan biaya sekolah untuk tahun ajaran baru menyumbang inflasi paling besar terhadap pembentukan inflasi Sumbar,” ujar Yomin Tofri, Kepala BPS Sumbar, Selasa (1/9/2015).

Dia menguraikan sejumlah komoditas yang mempengaruhi laju inflasi daerah itu a.l kebutuhan sekolah menengah atas (SMA) yang berkontribusi 0,33% dan mengalami inflasi dari bulan sebelumnya 33,29%.

Selain itu, komoditas cabai merah berkontribusi 0,14% terhadap inflasi, kebutuhan sekolah dasar (SD) 0,11%, daging ayam 0,10%, dan kebutuhan sekolah menengah pertama (SMP) berkontribusi 0,3% terhadap inflasi daerah itu.

Menurutnya, tingginya kebutuhan masyarakat menghadapi tahun ajaran baru untuk biaya sekolah, buku, dan pakaian menyebabkan terjadinya penaikan harga karena permintaan yang meningkat. “Kenaikan ini siklus tahunan, hanya momen tahun ajaran baru saja. Jadi masih terkendali,” katanya.

Sementara itu, sejumlah beban harga yang menjadi penopang inflasi bulan sebelumnya sudah kian turun. Ongkos angkutan udara misalnya, turun 0,26% atau deflasi 18,30% dari bulan Juli yang merupakan momen mudik Lebaran. Selain itu, ongkos angkutan kota juga turun 0,5%, bawang merah turun 0,7%, ikan tongkol 0,9%, besi beton, batu bata, dan emas perhiasan juga turun 0,4%. (h/net)

Editor: Administrator

Terkini

Malaysia Memanas, UMNO Desak PM Muhyiddin Mundur

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:49 WIB

Bukan Cuma China, Varian Delta Kini Mengganas di AS

Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Turki Padamkan 98 Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Senin, 2 Agustus 2021 | 04:35 WIB
X