Harga Karet Terus Anjlok

- Senin, 19 Oktober 2015 | 19:16 WIB

“Para petani banyak beralih menanam jagung dan sayur sejak beberapa bulan terakhir akibat har­ga karet turun. Peng­ha­silan tidak sebanding lagi dengan biaya membeli kebutuhan sehari-hari, terutama beras,” ujarnya.

Menurutnya, harga ka­ret bulan sekarang hanya Rp5.000-Rp6.000 per kg, padahal pada kondisi nor­mal di penghujung tahun 2013 masih di atas Rp18 ribu per kg. Belum lagi dalam sebulan terakhir produksi karet jauh me­nurun, dampak dari mu­sim kemarau. Untuk areal satu hektare biasanya bisa menghasilkan getah karet 30 kg, tetapi sekarang ini paling banyak 12 kg saja per hari.

“Menyikapi kondisi harga karet yang terpuruk inilah para petani banyak beralih mulai menekuni usaha menanam jagung atau sayuran, karena di samping pemasarannya mudah juga hanya dalam kurun waktu dua bulan dan paling lama tiga bulan sudah menghasilkan,” ujar­nya.

Zuriatman menam­bahakan bahwa saat ini warganya yang tergabung dalam kelompok tani Pa­dang Bariang Jorong jam­bu Lippo Kenagarian Lu­buk Tarok Kecamatan Lubuk Tarok telah selesai menanam jagung dengan bermodalkan bersama, tanpa bantuan bibit. “ kita sebagai wali nagari ikut mendukung apa yang ter­baik bagi warga kita demi memenuhi kebutuhan ha­riannya, lagian harga ja­gung saat ini kan lumayan tinggi sesuai dengan per­mintaan pasar, jadi apa salahnya kita mencoba bertanam jagung,” ujarnya. (h/ogi)

Editor: Administrator

Terkini

Waspada! WHO Identifikasi Varian Baru Covid-19 R.1

Minggu, 26 September 2021 | 08:27 WIB

Ngeri! Taliban Gantung Mayat Laki-laki di Pusat Kota

Minggu, 26 September 2021 | 06:45 WIB

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB
X