Bom Ankara Undang Simpati Dunia

Administrator
- Selasa, 15 Maret 2016 | 03:10 WIB

ANKARA, HALUAN — Simpati dan ucapan duka, serta keprihatinan, terus mengalir dari dunia internasional terhadap serangan bom di Ankara. Selain dari Indonesia, rasa empati juga datang dari Inggris, AS dan NATO.

Selain bersimpati ter­hadap para korban bom An­kara, PM Inggris David Ca­meron, juga menyatakan ke­prihatinannya terhadap se­rangan bersenjata di Pantai Gading. “Saya ter­kejut de­ngan serangan teror di Ankara dan Pantai Gading. Simpati dan doa saya bersama mereka para korban,” kicau PM Ing­gris di akun Twitter-nya, @Da­­vid_­Ca­me­ron.

Amerika Se­­­rikat (AS) me­­­­la­lui juru bi­ca­ra Ke­men­te­rian Lu­ar Ne­geri (AS), John Kir­by, turut me­­­­la­yang­kan sim­­­pa­tinya ter­ha­­­dap tra­gedi bom An­kara. “Ka­mi me­negaskan lagi ke­mitraan kami dengan sekutu NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) kami, Turki dalam memerangi ancaman terorisme,” timpal Kirby, dilansirBelfast Tele­graph, Senin (14/3).

“Tidak ada pembenaran ter­hadap aksi kekerasan yang ke­ji seperti itu (bom An­ka­ra),” timpal Sekretaris Jen­de­ral (Sekjen) NATO, Jens Stol­tenberg seperti dikutip oke­zone.

Sebelumnya, seorang war­ga Turki kecewa lantaran rangkaian tragedi ledakan bom di negaranya tidak me­nimbulkan empati dari dunia internasional. Padahal dalam kurun waktu tiga bulan te­rakhir, sudah lebih dari 10 se­rangan bom terjadi di Ankara dan sekitarnya. Itu belum terhitung ancaman-ancaman bom di pesawat dan serangan balasan di kawasan pen­du­dukan Kurdi.

Reaksi tersebut, menu­rutnya, sangat berbeda dengan yang ditunjukkan masyarakat internasional saat mendengar serangan teror Paris dan kan­tor berita Charlie Hebdo tahun lalu.

“Untuk kalian yang tidak tahu Turki atau menjauhkan diri dari serangan ini, mung­kin pesan ini bisa membuka mata kalian,” kata James Taylor, warga ibu kota Turki, melalui akun Facebook-nya, seperti dikutip dari Inde­pendent, Senin (14/3).

“Insiden ini setara dengan bom yang meledak di luar Debenhams, Drapery di Nort­ham­pton, atau di Jalan Raya Birmingham, atau Piccadilly Circus di London,” tulisnya.

“Dapatkah Anda mem­bayangkan berada di sana? Dapatkah Anda bayangkan tempat yang Anda lewati setiap hari dengan berjalan kaki atau naik bus, di halte-halte dan tempat me­nye­be­rang Anda diledakan begitu saja,” jelas dia seperti dilansir republika.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB

China Ciptakan Bulan Buatan, untuk Apa?

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB
X