Bom Ankara Undang Simpati Dunia

Administrator
- Selasa, 15 Maret 2016 | 03:10 WIB

Sepenggal pesan tersebut disampaikan netizen ini me­nyusul terjadinya ledakan bom mobil setelah mena­brakkan diri ke sebuah bus di Guven Park. Sedikitnya 34 warga sipil meninggal dalam insiden ini dan lebih dari 125 orang terluka.

“Bertolak belakang de­ngan yang semua orang pikir­kan, Turki bukan Timur Te­ngah. Ankara bukan medan pe­rang. Ia adalah kota yang nor­mal, seperti kota-kota me­tropolitan modern lainnya yang sibuk. Ankara sama se­perti ibu kota-ibu kota lain di Ero­pa dan Kizilay adalah jan­tung kota kami,” unggah pria yang sudah menetap di Turki selama 18 bulan itu mencoba menarik em­pati netizen lain.

Indonesia ikut mengutuk serangan bom yang terjadi di kawasan Kýzýlay, Pusat Kota Ankara, Ahad (13/3). Hingga pukul 23.00 waktu setempat, serangan tersebut dilaporkan telah menyebabkan korban 34 orang meninggal dan 125 orang korban luka-luka.

Pemerintah dan Rakyat Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada peme­rin­tah dan rakyat Turki, khu­sus­nya kepada korban dan ke­luar­ga korban. Dalam siaran pers yang dikeluarkan Ke­me­n­terian Luar Negeri, KBRI Ankara belum men­dapat in­for­masi adanya korban WNI, namun KBRI Ankara terus berko­ordinasi dengan pihak-pihak terkait di Turki untuk men­dapatkan informasi lebih jauh. Berdasarkan catatan KBRI Ankara, terdapat 1.553 WNI di Turki yang sebagian besar bekerja di sebagai pe­ker­ja profesional dan maha­sis­wa.

KBRI Ankara telah me­ngim­bau WNI di Turki tetap tenang dan meningkatkan ke­waspadaan terhadap per­kem­bangan situasi serta meng­hin­dari pusat-pusat keramaian yang rawan menjadi sasaran serangan. (h/yan)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X