Ngeri! Covid Eropa Melonjak, WHO Beri Warning

- Rabu, 24 November 2021 | 08:09 WIB
Petugas penyelamat membawa pasien perawatan intensif Covid 19 dari helikopter penyelamat udara ke kendaraan ambulans di lapangan olahraga di Herrsching, Jerman, Jumat, 19 November 2021. (Foto: Balk/dpa via AP)
Petugas penyelamat membawa pasien perawatan intensif Covid 19 dari helikopter penyelamat udara ke kendaraan ambulans di lapangan olahraga di Herrsching, Jerman, Jumat, 19 November 2021. (Foto: Balk/dpa via AP)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Negara-negara di Eropa dapat peringatan keras dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyusul melonjaknya kembali angka kematian akibat Covid-19.

Badan PBB itu menyebut bahwa kematian akibat Covid di Benua Biru bisa menembus angka 2 juta pada Maret mendatang. Dalam laporan terbaru, WHO mengatakan bahwa saat ini angka kematian di benua itu mencapai 4.200 kasus per harinya. Ini dua kali lipat bila dibandingkan dengan September lalu, di mana secara kumulatif, Eropa telah mencatatkan 1,5 juta kematian.

"Pada tren saat ini, jumlah kematian kumulatif di kawasan itu akan melampaui 2,2 juta pada 1 Maret," katanya dikutip The Guardian, Rabu, (24/11/2021).

Kondisi kematian sendiri sudah terlihat mulai menanjak di beberapa negara. Di Rumania misalnya, rumah sakit (RS) dilaporkan sudah mulai tak mampu menampung pasien yang meninggal dunia. Bahkan, korban meninggal harus ditempatkan sementara di koridor rumah sakit akibat penumpukan di kamar mayat.

"Saya tidak pernah berpikir, ketika saya memulai pekerjaan ini, bahwa saya akan hidup melalui sesuatu seperti ini," kata perawat RS Claudiu Ionita, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (24/11/2021).

"Saya tidak pernah berpikir bencana seperti itu bisa terjadi, bahwa kami akhirnya mengirim seluruh keluarga ke kuburan mereka."

Sementara itu kondisi fasilitas kesehatan di beberapa negara juga dilaporkan mulai kewalahan. Pada Selasa lalu, (23/11/2021), Belanda mulai menransfer beberapa pasien Covid untuk mendapatkan perawatan di ICU Jerman. Ini mengikuti Negara Bagian Bavaria Jerman yang juga sempat mentrasfer pasien ke Italia.

"Seorang pasien dipindahkan dengan ambulans dari Rotterdam ke sebuah rumah sakit di Bochum, sekitar 240 km timur, pada Selasa pagi, dan satu lagi akan menyusul di kemudian hari," kata otoritas kesehatan Negeri Kincir Angin itu.

Beberapa negara sebenarnya sudah mulai mempertimbangkan pemberlakuan penguncian. Langkah ini sendiri telah dilakukan Austria, Slovakia, dan Republik Ceko.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Alamak... China Dihajar Resesi Seks, Kok Bisa?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X