WHO Tegaskan Varian Covid-19 Omicron Belum Terbukti Lebih Menular

- Senin, 29 November 2021 | 14:40 WIB
Ilustrasi WHO
Ilustrasi WHO

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kini banuak negara di dunia yang memperketat pintunya bagi pelaku perjalanan luar negeri, salah satunya dari negara Afrika. Upaya itu dilakukan lantaran munculnya varian Covid-19 Omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini masih menyatakan belum ada bukti lebih lanjut tentang tingkat penularan dan keparahan virus corona varian Omicron.

Baca Juga: Varian Covid-19 Omicron Merebak, Arab Saudi Hentikan 14 Penerbangan dari Afrika

"Belum diketahui pasti apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menular di antara manusia) dibanding varian lainnya, seperti Delta," kata WHO lewat pernyataan, dikutip dari Anadolu melalui Republika.co.id, Senin (29/11).

WHO mengatakan lonjakan jumlah orang yang positif Covid-19 dan pasien rawat inap di Afrika Selatan, tempat varian baru itu pertama kali dilaporkan dan dianggap sebagai sumbernya, tidak berarti bahwa penularan atau keparahan dari Omicron lebih tinggi. WHO menegaskan, ini kemungkinan karena tingginya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi ketimbang dampak spesifik dari Omicron.

Baca Juga: Diserang Gelombang Kelima Corona, Prancis Deteksi 8 Kasus Kemungkinan Virus Omicron

"Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang berkaitan dengan Omicron berbeda dari varian lainnya," tulis pernyataan itu. Menurut informasi yang terbatas, WHO juga memperingatkan bahwa orang yang sebelumnya pernah terpapar Covid-19 dapat terinfeksi kembali dengan Omicron secara lebih mudah dibanding varian yang diwaspadai lainnya.

WHO mengatakan perlu studi lanjutan untuk lebih memahami varian Omicron. Selagi studi efektivitas vaksin Covid-19 dan pengujian terhadap Omicron sedang berlangsung, obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan Covid-19 masih bisa ampuh untuk mengobati infeksi Omicron, katanya.

Karena itu WHO meminta negara-negara dunia mengkaji ulang penerapan larangan perjalanan dari negara-negara Afrika selatan. WHO mengimbau agar keputusan terkait dengan penanganan pandemi didasarkan pada sains dan peraturan kesehatan internasional.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Alamak... China Dihajar Resesi Seks, Kok Bisa?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Kim Jong Un Sakit Keras, Disebut Tak Bisa Berbaring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:57 WIB

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X