Raja Salman Cari Investor dan Siap Tawarkan 160 Proyek

Heldi Satria
- Senin, 29 November 2021 | 22:35 WIB
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud  ((Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS))
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ((Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS))

 

HARIANHALUAN.COM - Arab Saudi di bawah Raja Salman berencana melakukan privatisasi besar-besaran untuk beberapa lini bisnis yang saat ini dikuasai pemerintah. Tak tanggung-tanggung, Negeri Raja Salman itu merencanakan untuk membuka 160 lini pada tahun 2022 mendatang.

Mengutip Arab News, Berbicara di Konferensi Stabilitas Keuangan, Menteri Keuangan Saudi Mohammed Al-Jadaan bahwa lini unggulan yang akan ditawarkan kepada investor ada di sektor pendidikan dan logistik. Ini akan dikembangkan bila minat investor semakin tinggi.

"Kami memiliki lebih dari 160 proyek beragam di berbagai sektor," tambah Al-Jadaan dikutip Senin, (29/11/2021).

Baca Juga: Ini Ketentuan PPKM Level 3 yang Diterapkan di Libur Natal dan Tahun Baru

Al-Jadaan juga mengatakan bahwa pemerintah Saudi akan terus mengadopsi kebijakan untuk menangani pandemi virus corona dengan prosedur yang realistis, transparan dan bertanggung jawab untuk meloloskan rencana ini.

"Langkah-langkah ini menempatkan Kerajaan di jalur pemulihan dan stabilitas," katanya.

Langkah ini sendiri merupakan rangkaian manuver Riyadh untuk menjalankan visi 2030 Arab Saudi. Program ini dibuat untuk mengurangi ketergantungan Saudi dari minyak bumi dan sumber energi lainnya.

Selain membuka lini kepada investor, Saudi juga sempat menggenjot sektor pariwisata dengan membuka pantai berbikini dan juga berencana untuk mengizinkan konsumsi alkohol di wilayahnya. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

China Ciptakan Bulan Buatan, untuk Apa?

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB

Wanita Suku Miao Punya Tradisi Unik Hias Rambut

Selasa, 11 Januari 2022 | 23:28 WIB
X