Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri

- Selasa, 30 November 2021 | 17:54 WIB
Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri (kemlu.go.id)
Calon Diplomat Ikuti Sekolah Dinas Luar Negeri (kemlu.go.id)

HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 62 peserta calon diplomat yang mengikuti Diklat Sekolah Dinas Luar Negeri Angkatan ke-42 (Sekdilu 42) telah menyelesaikan masa pendidikannya secara hybrid pada Selasa (23/11/2021).

Sekdilu adalah prasyarat pengangkatan menjadi diplomat. Selama lima bulan, peserta ditempa untuk memahami kebijakan luar negeri Indonesia melalui kelas daring maupun luring, kunjungan lapangan, hingga mentoring dan coaching dengan para Duta Besar pembina dan Diplomat Ahli Madya.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi secara resmi menutup rangkaian pelaksanaan Sekdilu yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal, Cecep Herawan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kepala Pusdiklat), Yayan G. H. Mulyana, Direktur Sekdilu, Lintang P. Wibawa beserta jajaran. Penutupan juga dihadiri peserta Sekdilu 42 beserta orang tua/wali.

Umumnya, Sekdilu dilaksanakan secara luring di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Senayan. Pandemi Covid-19 menyebabkan Sekdilu sempat mengalami penundaan selama setahun. Sekdilu 42 menjadi angkatan pertama yang mengikuti Sekdilu yang diselenggarakan 95% secara daring. Walau melalui 890 jam pelajaran dilangsungkan virtual, semangat peserta dalam menjalankan masa pendidikan tidak pernah surut.

Pada penerimaan tahun 2020, sebanyak 32 dari 62 peserta merupakan perempuan. Jumlah ini menunjukkan komitmen dan konsistensi Kemlu dalam mendukung pengarusutamaan gender.

Para peserta berasal dari 22 universitas baik di dalam dan di luar negeri dengan latar belakang keilmuan yang beragam, seperti hubungan internasional, hukum, ekonomi, politik, komunikasi, hingga sastra. Peserta Sekdilu 42 juga tidak hanya terdiri dari lulusan S1, tetapi juga S2.

Selain mendapatkan materi yang bersifat teoritis dari kalangan akademisi dan pemangku kepentingan polugri, peserta melaksanakan berbagai praktik yang berkaitan dengan diplomasi seperti simulasi persidangan bilateral, regional, dan multilateral, media handling, table manner dan etika pergaulan internasional, hingga pengenalan komoditas kopi unggulan khas Nusantara.

Peserta juga mendalami isu Pelindungan WNI melalui kunjungan lapangan ke loket pelayanan publik Kemlu, dan rumah perlindungan anak dan korban TPPO. Hal ini ditujukan agar peserta dapat mendapatkan pemahaman secara lebih dalam dan menyeluruh mengenai praktik diplomasi, seperti promosi produk unggulan dan investasi, diplomasi pelindungan, dan diplomasi publik maupun digital.

Sekdilu merupakan program pendidikan dan pelatihan fungsional diplomat tingkat dasar di Kementerian Luar Negeri. Peserta direkrut melalui penerimaan CPNS untuk menempati posisi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK).

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: kemlu.go.id

Tags

Terkini

Waspada! Kelompok Ini Paling Banyak Positif Omicron

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:45 WIB

Omicron Melonjak, Negara Kaya Butuh Tenaga Kesehatan

Senin, 24 Januari 2022 | 12:45 WIB

Sapu 3 Pulau, Tsunami Tonga Ternyata Capai 15 Meter

Senin, 24 Januari 2022 | 09:45 WIB

Ada Apa? Joe Biden Mendadak Puji Indonesia

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:30 WIB

Raja Arab Salman Wafat? Begini Penjelasan KJRI Jeddah

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:33 WIB

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB
X