Bank Indonesia Amankan 53 Upal di Pasbar

- Jumat, 9 Maret 2018 | 10:45 WIB

PASBAR, HARIANHALUAN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang dan penegakan hukum tindak pidana pemalsuan uang kepada masyarakat, Pemkab Pasaman Barat dan Perbankan di Balerong Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (8/3). Di Januari 2018, jumlah uang palsu yang ditemukan BI Wilayah Sumatera Barat sebanyak 53 lembar.

Sosialisasi tersebut di hadiri oleh Bupati Pasaman Barat, Syahiran, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso, Sekda Pasaman Barat, Manus Handri, Kepala Perbankan wilayah Pasaman Barat, OPD dan Masyarakat setempat.

“53 lembar itu terdiri dari pecahan Rp100.000, pecahan Rp50.000 dan pecahan Rp20.000," tutur Kepala Kantor BI Wilayah Sumatera Barat, Eddy Dwi Tjahjono didampingi Kasubid II Diskrimsus Polda Sumbar, AKBP Jefri Indra Jaya.

Pantauan BI, praktik pengedaran uang palsu dilakukan di kawasan-kawasan padat penduduk dan daerah pinggiran dengan menyisir masyarakat yang dianggap masih awam.

"Dalam beberapa kasus terakhir, pelaku pengedaran uang palsu sudah ditangkap dan diberikan hukuman oleh pihak kepolisian. Mereka beroperasi di lokasi padat atau di daerah pinggiran yang masyarakatnya belum terlalu bisa membedakan mana uang palsu, mana yang asli," katanya

Lanjut Eddy, BI akan terus gencar memberikan sosialisasi soal pengedaran uang palsu agar tidak ada warga di Sumatera Barat yang menjadi korban penipuan. Pada kesempatan tersebut peserta sosialisasi juga diberikan pemahaman untuk mengetahui keaslian dari uang. Yakni dengan mengetahui tiga cara yakni dilihat, diraba dan diterawang.

Selama 2017 ada sekitar 506 lembar uang palsu yang ditemukan oleh BI dengan rata-rata 42 lembar perbulannya, sedangkan pada 2016 sebanyak 754 lembar dengan rata-rata 63 lembar, di tahun 2015 sebanyak 573 lembar dengan rata-rata 48 lembar perbulanya dan di tahun 2014 sebanyak 607 lembar dengan rata-rata perbula sebanyak 51 lembar. Sedangkan di tahun 2013 terdapat 463 lembar dengan rata-rata 39 lembar perbulanya.

"Dari data 5 tahun terahir kasus terbanyak berada pada tahun 2016 sebanyak 754 lembar dan paling sedikit di tahun 2013 sebanyak 463 lembar," ulasnya

Jumlah ini berdasarkan laporan yang masuk dari bank-bank, serta ditemukan langsung saat masyarakat melakukan penukaran uang ke BI dan data dari pihak kepolisian.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terpopuler

X