Delapan Buruh Pabrik Miras di Payakumbuh Jadi Tersangka

- Senin, 16 April 2018 | 14:15 WIB

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Delapan buruh pabrik pembuatan minuman keras (Miras) oplosan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Payakumbuh. Sementara, pemilik pabrik yang diketahui bukan warga Payakumbuh asli, sampai sekarang masih buron.

Penetapan tersangka delapan buruh diungkapkan Kepala Bagian Operasional Polres Payakumbuh, Kompol Basrial, Minggu, (15/4). Pelaku terancam hukuman berat karena melanggar Pasal 204 KUHP dan Pasal 137 Undang-Undang nomor 18 tahun 2002 tentang Pangan. “Delapan orang pekerja pabrik miras oplosan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lanjutan,” terang Basrial kepada sejumlah wartawan.

Diketahui, para tersangka adalah Taskim (45), Kusmono (27), Danu (21), Kasdin (25), Sobari (45), dan Sutrisno (22). Dua lainnya, diketahui masih di bawah umur, yakninya CI (17) dan BS (17). “Khusus dua tersangka yang masih anak-anak, kemungkinan akan dilakukan diversi. Mereka masih di bawah umur dan berada dalam naungan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Basrial.

Ketika ditanya siapa pemilik pabrik miras yang baru sebulan beroperasi tersebut, Basrial tidak mau menyebut nama. Namun, jajaran kepolisian sudah mengetahui identitas pemiliknya. “Pemiliknya diketahui bukan orang Payakumbuh. Bahkan berasal dari luar Sumbar, persisnya Pekanbaru, Riau. Keberadaannya sedang diburu. Apa motifnya mengoperasikan pabrik miras di Payakumbuh juga sedang didalami,” lanjut Basrial.

Penggerebekan pabrik miras oplosan ini menyentak banyak pihak. Bahkan, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Damisnur datang langsung ke Payakumbuh untuk menengok langsung kinerja jajaran Polres Payakumbuh, Jumat (13/04). Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Damisnur meminta kasusnya diusut sampai ke akar-akarnya. “Ini menjadi langkah awal untuk kita lebih waspada. Tindak tegas pelakunya sesuai aturan yang berlaku,” papar Wakapolda.

Selesai memberikan arahan, Wakapolda Brigjen Pol Damisnur melihat barang bukti miras oplosan yang disita. Dia memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan razia secara intens karena ditakutkan miras oplosan tersebut sudah beredar luas di kalangan masyarakat. “Tingkatkan razia terhadap penjual miras. Jangan sampai ada korban jiwa akibat," pungkasnya.

Kamis lalu, Polres Payakumbuh menggerebek pabrik miras yang berkedok gudang buah-buahan di Jalan Imam Bonjol, Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita 4.536 botol miras berbagai merek yang siap edar. Di antara merek yang disita adalah miras oplosan merek Mansion House sebanyak 1.248 botol, Anggur Merah Cap Orangtua sebanyak 768 botol, dan White Horse sebanyak 2.520 botol serta tiga unit mesin pengemas. Polisi juga mengamankan delapan pekerja yang diduga berperan dalam proses produksi minuman beralkohol.

Proses produksi di pabrik itu meliputi pengolahan bahan mentah, meracik, serta mengemas dengan kemasan yang mirip dengan tiga jenis merek minuman keras. Dalam sehari, pabrik tersebut mampu menghasilkan sebanyak 850 botol miras oplosan untuk dijual.

Dua Kasus dalam Tujuh Bulan

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X