Bareskrim Sita Pagar Rel KAI, Basko : Keadilan Masih Ada

- Rabu, 2 Mei 2018 | 10:40 WIB

Beberapa hari setelah laporan Basko, tim Bareskrim Mabes Polri di bawah pimpinan AKBP Ruslan Abdul Rasyid turun ke Padang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa belasan saksi. Seiring dengan Bareskrim, tim Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung juga melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak di Padang.

Terakhir, akhir pekan lalu, tim Bareskrim melakukan penyitaan barang bukti berupa pagar rel kereta api berlapis seng. Sampel dari barang sitaan itu disimpan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Padang dan sebagian lagi  di-policeline di  areal belakang Basko.

Proses penyitaan dilakukan tim Bareskrim disaksikan dua orang jaksa dari Kejaksaan Agung Sri Supriyanti dan Ety Sutiaty, dua orang jaksa dari Kejari Padang, Lurah Air Tawar Timur Afridal, RT dan tokoh masyarakat setempat, Manager Aset PT KAI Divre II Sumbar Drajat dan dua orang stafnya serta pihak Basko Hotel dan Mall.

Siapkan Gugatan Perdata

Seiring dengan proses perkara pidana yang bergulir di Mabes Polri ini, Basko kini juga tengah menyiapkan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi atas kerusakan, kerugian materil dan moril yang dideritanya dalam eksekusi yang diduga melanggar hukum itu.

“Kami bersama pengacara kini tengah menyiapkan gugatan itu. Begitu perkara pidananya duduk, gugatan kami masukkan,” kata Basrizal.

Humas PT KAI Zainir yang dikonfirmasi tentang penyitaan pagar rel kereta api di areal Basko itu, mengaku tidak bisa mengomentarinya. “Itu terkait proses hukum. Saya tidak bisa mengomentarinya. Namun eksekusi itu dulu dilaksanakan oleh PN Padang berdasarkan keputusan pengadilan. Kami (PT KAI) hanya sebagai pemohon eksekusi,” kata Zainir melalui sambungan telepon, Minggu (29/4). 

Sementara Pejabat Humas Pengadilan Negeri Padang R Ari Muladi mengaku tidak tahu penyitaan yang dilakukan tim Mabes Polri tersebut. “Saya tidak tahu tentang penyitaan itu. Pimpinan juga tidak ada memberitahukan. Jadi, maaf ya, saya tidak bisa memberikan tanggapan,” kata R Adi Muladi yang mengaku sedang berada di Yokyakarta, Minggu kemarin. (h/rk/mg-hen)

 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB

Ngeri, 14 Orang Tewas Efek Tersambar Petir di Pakistan

Minggu, 12 September 2021 | 21:50 WIB
X