Waduh! WHO Digugat ke Pengadilan, Kasus Varian Omicron

- Senin, 6 Desember 2021 | 20:30 WIB
Ilustrasi WHO
Ilustrasi WHO

MOSKOW, HARIANHALUAN.COM - Seorang pengusaha Siberia, Rusia mengajukan gugatan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) cabang Rusia lantaran resah klasifikasi jenis virus corona yang baru ditemukan, varian Omicron, merusak citra bisnisnya.

CEO klinik oftalmologi Omicron Network, Alexander Padar, mengajukan klaim ke Pengadilan Arbitrase Moskow pada 30 November, tetapi media lokal melaporkan keluhan pengusaha pada Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: WHO: Varian Omicron Terdeteksi di 38 Negara Tapi Belum Ditemukan Kasus Kematian

Pemilik usaha kecil bersikeras bahwa penggunaan kata 'omicron' untuk merujuk pada jenis baru Covid-19 serta infeksi lainnya, seharusnya dilarang.

“Nama kami adalah merek dagang terdaftar, terutama di bidang kedokteran dan perawatan kesehatan, karena ini adalah layanan inti kami,” jelas Padar sebagaimana dilansir dari Okezone.com, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: WHO: Belum Ada Kematian Akibat Varian Covid-19 Omicron Sejauh Ini

Dia menambahkan bahwa “berhubungan dengan beberapa jenis virus corona merusak reputasi kami.”

"Pikirkan, jika seseorang meninggal karena 'Omicron' - kerabat atau teman Anda, Anda tidak mungkin pergi ke klinik dengan nama yang sama," katanya.

Padar mengatakan dia telah menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mengiklankan kliniknya. Namun, sekarang, karena mewabahnya varian virus corona baru ini, hasil pencarian untuk varian Omicron telah menggantikan praktik kliniknya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Waspada! Kelompok Ini Paling Banyak Positif Omicron

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:45 WIB

Omicron Melonjak, Negara Kaya Butuh Tenaga Kesehatan

Senin, 24 Januari 2022 | 12:45 WIB

Sapu 3 Pulau, Tsunami Tonga Ternyata Capai 15 Meter

Senin, 24 Januari 2022 | 09:45 WIB

Ada Apa? Joe Biden Mendadak Puji Indonesia

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:30 WIB

Raja Arab Salman Wafat? Begini Penjelasan KJRI Jeddah

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:33 WIB

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB
X