Peneliti Bikin "Black Box" untuk Rekam Penyebab Kiamat

- Rabu, 8 Desember 2021 | 02:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Selama ini kotak hitam atau black box lazimnya digunakan pada alat-alat transportasi seperti pesawat terbang, kapal laut, kereta api, mobil dan kendaraan lainnya.

Namun, baru-baru ini, perusahaan komunikasi pemasaran Clemenger BBDO yang bekerja sama dengan para peneliti dari University of Tasmania, Australia, berencana akan membangun black box untuk Bumi di atas dataran granit di pantai barat Tasmania, Australia pada awal 2022.

Layaknya black box di pesawat dan kendaraan lain yang isinya mengungkap penyebab kecelakaan, "kotak hitam" Bumi ini punya misi mencatat dan merekam setiap pergerakan manusia yang menuntun pada bencana iklim.

Rekaman ini nantinya akan memberikan catatan bagi peradaban masa depan untuk memahami apa yang menyebabkan "kiamat" di Bumi pada kehidupan sebelumnya.

Sejauh ini, black box tersebut masih dalam versi Beta dan mulai mengumpulkan informasi di websitenya, earthsblackbox.com.

Struktur bangunan black box dirancang seukuran bus, terbuat dari baja setebal 3 inch dan dilapisi panel surya. Interiornya akan diisi oleh drive penyimpanan yang mengumpulkan data terkait perubahan iklim seperti tingkat karbon dioksida di atmosfer dan suhu rata-rata.

Selain itu, black box ini juga akan menjelajahi bermacam website untuk menganalisis tweet, postingan, dan berita terkait kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Kapasitas penyimpanan data black box ini diperkirakan akan habis dalam 30 hingga 50 tahun. Mereka berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan black box, dan memberikan solusi jangka panjang. Namun tidak jelas bagaimana struktur ini nantinya akan dipertahankan. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: teknologi.id

Tags

Terkini

Omicron Melonjak, Negara Kaya Butuh Tenaga Kesehatan

Senin, 24 Januari 2022 | 12:45 WIB

Sapu 3 Pulau, Tsunami Tonga Ternyata Capai 15 Meter

Senin, 24 Januari 2022 | 09:45 WIB

Ada Apa? Joe Biden Mendadak Puji Indonesia

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:30 WIB

Raja Arab Salman Wafat? Begini Penjelasan KJRI Jeddah

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:33 WIB

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB
X