Dugaan Korupsi Hotel Balairung, Polda Sumbar Periksa Tiga Saksi Pekan Ini

- Rabu, 6 Februari 2019 | 12:40 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Polda Sumbar terus mendalami pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi terhadap biaya operasional Hotel Balairung, hotel milik Pemprov Sumbar di Jakarta yang dibangun dengan anggaran daerah, dan dikelola oleh PT Balairung Citrajaya Sumbar selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pekan ini, penyidik berencana memeriksa dua dari lima saksi yang dipanggil.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta, melalui Kasubdit 3 Dirkrimsus Polda Sumbar, AKBP Sugeng Hariyadi mengatakan, hingga berita ini ditulis, Selasa (5/2), pihaknya telah memeriksa 14 orang saksi.

"Rencananya minggu ini kami akan melakukan pemanggilan terhadap lima saksi lain. Sekarang yang sudah diperiksa baru satu orang. Tapi menurut info terakhir yang kami dapat, dua orang saksi yang akan dipanggil sudah meninggal dunia. Jadi, mungkin ada dua saksi lagi yang akan kami panggil untuk diperiksa minggu ini," kata Sugeng Hariyadi.

Sugeng juga menyebutkan, dalam penyelidikan kasus tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa Bank untuk menelusuri data terkait data transaksi keuangan dan biaya operasional di Hotel Balairung. "Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak bank, terkait ihwal transaksi keuangan di PT Balairung itu. Kira-kira antara lima-enam bank yang sudah kami kontak," sebut Sugeng lagi.

Sugeng Hariyadi memastikan, pihaknya akan terus melakukan pendalaman terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan hotel plat merah tersebut. Baik pemeriksaan dokumen mau pun mengumpulkan keterangan dari para saksi. "Kami akan terus mendalami kasus ini, dan menargetkan secepatnya terselesaikan," katanya lagi.

Selain diselidiki oleh Polda Sumbar, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Prima Idwan Mariza kepada Haluan, beberapa waktu lalu juga menyebutkan, pihaknya juga telah memeriksa setidaknya sepuluh saksi terkait laporan masyarakat tentang dugaan korupsi dalam pengelolaan hotel tersebut..

"Kami sedang melakukan penyelidikan, sudah sepuluh saksi yang dimintai keterangannya. Evaluasi atas pemeriksaan itu juga telah dilakukan. Berdasarkan rapat evaluasi dengan pimpinan, kami dari tim yang ditunjuk untuk mendalami, diminta memberikan laporan sejauh mana informasi yang diperoleh,” kata Prima.

Terkait pengusutan secara bersamaan yang dilakukan oleh Kejati bersama Polda Sumbar, Prima mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya kelanjutan pengusutan tersebut kepada pimpinan masing-masing. “Untuk koordinasinya, itu kami serahkan ke pimpinan,” katanya lagi.

Sementara itu, Direktur PT Balairung Citrajaya Sumbar selaku BUMD pengelola Hotel Balairung, Irsyal Ismail, saat ditanya terkait pengusutan kasus tersebut, serta tentang pemasukan dan keuntungan yang diperoleh Hotel Balairung selama beroperasi, ia mengaku pihaknya masih fokus dalam proses pemeriksaan, sehingga enggan berkomentar panjang lebar. "Kami masih fokus dengan pemeriksaan dulu," kata Irsyal kepada Haluan beberapa waktu lalu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terpopuler

X