Abu Warna Hitam PLTU Ombilin Resahkan Warga

Administrator
- Rabu, 27 Februari 2019 | 12:14 WIB

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Janji pihak PLTU Ombilin Sijantang untuk segera menuntaskan permasalagan abu yang kerap meresahkan dan menganggu warga sekitarnya di awal 2019 tidak terbukti, pasalnya memasuki bulan kedua 2019 ini abu sisa pembakaran batubara itu kembali terlihat hitam dan meresahkan masyarakat.

Pihak PLTU Ombilin kembali berjanji segera menuntaskan permasalahan itu pada April nanti. Hal itu diungkapkan Manager PLTU Sijantang, Daryanto saat menjamu kunjungan lapangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertahanan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) setempat, Senin (25/2).

Kunjungan DPKP2LH tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat terkait abu sisa pembakaran itu yang kembali meresahkan beberapa hari ini yang ditengarai dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA).

Daryanto mengungkapkan, telah terjadi kerusakan sistim elektro presetator (EP) atau filter penangkap sisa pembakaran pada pembangkit PLTU Sektor Ombilin Sijantang, sehingga membuat asap pembuangan sisa pembakaran batubara itu tidak tersaring dan lepas ke udara. Partikel abu itulah yang dirasakan mengganggu oleh warga sekitar, namun pihak kami telah melakukan perbaikan siang dan malam.

"Secara teknis pihak PLTU sudah melakukan tunning yakni, untuk jangka pendek akan mengganti alat yang rusak ditanggal 18 Agustus 2018, kita juga selalu memantau kondisi PLTU selama 24 jam. Kerusakan yang terjadi juga diakibatkan oleh peralatan pembangkit yang telah memasuki uzur atau tua PLTU Ombilin telah berdiri 22 tahun, sedangkan batas untuk peralatan pembangkit listrik biasanya hanya selama 25 tahun, sehingga diposisi saat sekarang ini seluruh peralatan yang ada telah masuk tahap peremajaan," tuturnya didampingi Humas PLTU, Dicky.

Pihaknya lanjut Daryanto, baru akan melakukan perbaikan pada kerusakan tersebut pada April nanti. Sedangkan untuk suku cadang atau spare part yang dibutuhkan, sudah datang pada Januari lalu.

"Namun untuk pemasangan, kami masih menunggu shcedul dan aturan perusahaan. Kemungkinan pada April ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPKP2LH, Adrius Putra mengatakan, sebagai mitra pihaknya ingin adanya kerjasama yang baik, antara PLTU dan Pemerintah kota. Untuk itu, pihaknya mohon agar pihak PLTU sesegera mungkin melakukan perbaikan pada kerusakan alat yang ada, sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat. "Kedatangannya ke PLTU merupakan intruksi dari Walikota, terkait banyaknya keluhan dan pengaduan masyarakat tentang tebalnya fly ash yang ditengarahi dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya ISPA.Dan setelah kunjungan ini akan dilaporkan hasil pertemuan kepada walikota," ujarnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut Ketua PWI kota Sawahlunto, Subandi meminta agar pihak management PLTU dapat terbuka dengan insan Pers. Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini pihak PLTU terkesan sulit dan menghindar jika dihubungi atau didatangi wartawan. "Saya minta pihak PLTU untuk tidak alergi terhadap wartawan. Sebab, selama ini begitu sulit dihubungi saat ingin melakukan konfirmasi. PLTU merupakan aset negara yang harus sama-sama kita jaga," katanya.(h/rki)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X