WHO: Varian Omicron Lebih Menular daripada Delta, Tapi Gejalanya Tidak Terlalu Parah

- Senin, 13 Desember 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi omicron
Ilustrasi omicron

JENEWA, HARIANHALUAN.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (12/12/2021) mengumumkan data awal, bahwa Covid-19 varian Omicron lebih menular daripada Delta dan mengurangi kemanjuran vaksin, tetapi gejalanya tidak terlalu parah.

Varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India awal tahun ini, menyebabkan sebagian besar kasus virus corona di dunia.

Baca Juga: WHO Beberkan Alasan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Kemudian, penemuan varian Omicron di Afrika Selatan - yang memiliki sejumlah besar mutasi - bulan lalu mendorong negara-negara di seluruh dunia memberlakukan larangan perjalanan dari negara-negara selatan Afrika, dan menerapkan kembali pembatasan domestik untuk memperlambat penyebarannya.

Menurut data WHO, Omicron telah menyebar ke 63 negara hingga 9 Desember. Penularan yang lebih cepat tercatat di Afrika Selatan, di mana Delta tidak banyak ditemukan, dan di Inggris, di mana Delta adalah varian dominan.

Baca Juga: Sudah Menyebar di 45 Negara, WHO Sebut Gejala Penularan Omicron Belum Diketahui Jelas

Namun, WHO menekankan, kurangnya data berarti mereka belum bisa memastikan apakah tingkat penularan Omicron adalah karena respons imun, transmisibilitas yang lebih tinggi, atau kombinasi keduanya.

Bukti awal menunjukkan, Omicron menyebabkan “pengurangan kemanjuran vaksin terhadap infeksi dan penularan”, kata WHO dalam penjelasan teknis.

"Mengingat data yang tersedia saat ini, kemungkinan Omicron akan melampaui varian Delta di mana transmisi komunitas terjadi," tambahnya dikutip dari AFP melalui Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kompas.com

Tags

Terkini

Thailand Bagi-bagi Ganja Gratis ke Warganya

Minggu, 15 Mei 2022 | 10:04 WIB
X