Ini Ruang Objek Misterius yang Bertahan dari Lubang Hitam!

- Rabu, 15 Desember 2021 | 21:50 WIB
Ruang objek lubang hitam
Ruang objek lubang hitam

 

HARIANHALUAN.COM - Sebuah awan misterius entah bagaimana dapat selamat dari pertemuan jarak dekat dengan lubang hitam supermasif kini telah terungkap. Menurut sebuah studi objek yang terbaru, awan tersebut disebut dengan G2, sebenarnya memiliki tiga bintang yang masih baru, yang diselimuti oleh awan tebal gas dan debu dari tempat mereka berasal. Interpretasi ini memberikan solusi yang tepat terhadap pertanyaan yang tidak dapat terjawab, setelah G2 meluncur melewati Sgr A*

Sgr A* adalah sebuah lubang hitam supermasif yang berada di jantung Bima Sakti. Pada tahun 2014. para peneliti menulis dalam makalah mereka bahwa "Kami mengusulkan bahwa objek diselimuti debu yang dipantau adalah sisa-sisa dari gugus bintang muda terlarut yang pembentukannya dimulai pada cakram sirkumnuklear (circumnuclear),"

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Upertis Gelar Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Bundo Saiyo

G2 ditemukan pada tahun 2011 (dijelaskan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012). Pada saat itu, G2 meluncur, dan peristiwa tersebut dikenal sebagai "perinigricon" yakni titik di orbitnya yang paling dekat dengan lubang hitam.

Para astronom sepenuhnya berekspektasi bahwa pertemuan jarak dekat akan mengakibatkan G2 terkoyak dan dihisap oleh Sgr A*. Peristiwa tersebut akan menghasilkan beberapa kembang api akresi lubang hitam supermasif. Namun, pada faktanya tidak ada yang terjadi setelahnya, dan hal itu disebut sebagai "kegagalan kosmik" atau "cosmic fizzle". G2 mengalami stretched out dan memanjang saat mendekati lubang hitam. Kemudian, setelah perinigricon, ia akan kembali kebentuk yang lebih compact.

Karakteristik yang sulit lainnya dari G2 adalah sangat panas, jauh lebih panas daripada awan debu yang seharusnya. Ada kemungkinan bahwa Sgr A*, atau bintang lain, dapat memanaskan objek, tetapi suhunya tetap sama di mana pun itu. Ini menunjukkan bahwa apapun yang memanaskan G2 berasal dari dalam awan itu sendiri, bukan pengaruh eksternal.

Berdasarkan kedua hal ini, para astronom menemukan bahwa ini lebih konsisten dengan karakteristik bintang. Sebuah tim peneliti tahun lalu memberikan pemikiran bahwa awan G2 dapat menampung bintang tersembunyi di dalamnya, hasil produksi ini merupakan tabrakan antara dua bintang yang menghasilkan awan gas dan debu besar di sekitar mereka.

Tetapi, penelitian yang sama juga mengungkapkan penemuan empat objek serupa di pusat galaksi, sehingga jumlah total objek G menjadi enam. Itu merupakan banyaknya bintang biner yang digabungkan.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: teknologi.id

Tags

Terkini

X