Peneliti Kembangkan Vaksin HIV Berbasis mRNA, Aman Digunakan

- Minggu, 19 Desember 2021 | 20:15 WIB
Ilustrasi HIV AIDS. (Foto: Net).
Ilustrasi HIV AIDS. (Foto: Net).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dalam sebuah riset baru yang dilakukan terhadap hewan, vaksin HIV berbasis messenger RNA, atau mRNA, menunjukan hasil positif. Riset ini dilakukan oleh ilmuwan dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Amerika Serikat.

Menurut peneliti, vaksin aman digunakan dan dapat mendorong pembentukan antibodi yang diinginkan serta respons kekebalan terhadap virus mirip HIV.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Bukittinggi Turun

Hasil yang terlihat pada kera rhesus yang menerima vaksin diikuti inokulasi booster menunjukkan bahwa hewan 79% lebih rendah terinfeksi virus simian-human immunodeficiency (SHIV) dibandingkan dengan hewan yang tidak divaksinasi.

"Vaksin mRNA eksperimental ini menggabungkan beberapa fitur yang dapat mengatasi kekurangan vaksin HIV eksperimental lainnya dan dengan demikian mewakili pendekatan yang menjanjikan," kata Direktur NIAID Anthony S. Fauci, dilansir dari Science Daily melalui Suara.com, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Pemko Bukittinggi Komitmen Menekan Peningkatan Kasus HIV/AIDS

Vaksin eksperimental ini bekerja seperti vaksin mRNA Covid-19. Perbedaannya, vaksin ini memberikan instruksi berkode untuk memproduksi dua protein utama HIV, yakni Env dan Gag.

Sel otot hewan yang divaksinasi akan merancang kedua protein tersebut untuk menghasilkan partikel mirip virus (virus-like particle atau VLP) yang dipenuhi dengan banyak salinan Env di permukaannya.

Meski protein ini tidak dapat menyebabkan infeksi karena tidak memiliki kode genetik HIV lengkap, VLP ini cocok dengan HIV yang menular secara keseluruhan dalam hal merangsang respons kekebalan yang sesuai.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

X