Pesawat Boeing 737-800 Jatuh! Ukraina Tidak Mau Ikut Gegabah Menuding Iran

- Sabtu, 11 Januari 2020 | 11:43 WIB

KIEV,HARIANHALUAN.COM-Pernyataan Prystaiko dilontarkan satu hari usai sejumlah negara Barat mengklaim memiliki bukti kuat bahwa pesawat Ukraina itu jatuh akibat tertembak roket Iran. 

Menteri Luar Negeri Vadym Prystaiko berpendapat, terlalu dini bagi pihak manapun untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat maskapai Ukraina di Iran pada Rabu 8 Januari. 

Menurutnya, upaya mengungkap penyebab sebenarnya membutuhkan waktu.

"Ada begitu banyak versi mengenai apa penyebab di balik kecelakaan pesawat tersebut. Kmai butuh waktu untuk memahami penyebab sebenarnya," ujar Prystaiko, dilansir dari BBC, Sabtu  (11/1/2020).

Prystaiko menekankan bahwa dalam fase ini, tim investigator Ukraina belum akan mengesampingkan kemungkinan apapun terkait penyebab terjadinya kecelakaan.
Namun ia meminta semua pihak untuk mengurangi atau berhenti berspekulasi. Prystaiko menambahkan, Ukraina berencana membentuk sebuah "koalisi internasional" untuk menjalankan investigasi menyeluruh. Ia menyebut hampir 50 investigator Ukraina telah berada di Iran.

 Ukraina mengaku masih menganalisis serpihan pesawat, jasad korban tewas dan sisa-sisa bahan kimia. 
"Kami menganalisis serpihan badan pesawat, korban tewas, dan sisa-sisa bahan kimia. Kami akan menyimpulkannya, tapi bukan saat ini," tutur Prystaiko. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terpopuler

X