Duh! Ribuan Penerbangan Dunia Dibatalkan Gegara Omicron Menggila

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 08:45 WIB
Ribuan jadwal penerbangan dibatalkan. (France 24)
Ribuan jadwal penerbangan dibatalkan. (France 24)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sekitar 4.000 jadwal penerbangan di seluruh dunia selama akhir pekan libur Natal dibatalkan karena melonjaknya gelombang infeksi Covid-19 akibat varian Omicron yang cepat menular dan menciptakan ketidakpastian lebih besar bagi para pelancong.

Melansir dari Reuters melalui CNBC Indonesia, Sabtu (25/12/2021), maskapai penerbangan secara global membatalkan setidaknya 2.314 penerbangan pada Jumat (24/12/2021), yang jatuh pada Malam Natal dan biasanya merupakan hari yang berat untuk perjalanan udara, menurut penghitungan berjalan di situs pelacakan penerbangan FlightAware.com.

Baca Juga: Khawatir Omicron, Indonesia Wajibkan Turis dan WNA Karantina 10 Hari

Situs web pelacakan penerbangan tersebut juga menunjukkan bahwa 1.404 penerbangan lainnya pada hari Natal dibatalkan di seluruh dunia, bersama dengan 340 lainnya yang telah dijadwalkan pada hari Minggu.

Lalu lintas udara komersial di Amerika Serikat dan ke dalam atau ke luar negeri menyumbang sekitar seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan, data FlightAware menunjukkan.

Baca Juga: Studi: Omicron Tak Terlawan oleh Vaksin Sinovac Dosis Lengkap Plus Booster

Di antara maskapai penerbangan AS, pertama yang melaporkan gelombang pembatalan liburan pada akhir pekan Natal ini adalah United Airlines dan Delta Air Lines yang menghapus hampir 280 penerbangan gabungan pada hari Jumat saja, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

Perlu diketahui bahwa kasus infeksi Covid-19 telah melonjak di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir karena varian Omicron yang sangat menular. Varian Omicron di AS ini pertama kali terdeteksi pada November dan sekarang menyumbang hampir tiga perempat kasus AS dan sebanyak 90% di beberapa daerah, seperti pesisir timur.

Jumlah rata-rata kasus Covid-19 baru telah meningkat 45% menjadi 179.000 per hari selama seminggu terakhir, menurut penghitungan Reuters. New York melaporkan lebih dari 44.000 infeksi yang baru dikonfirmasi pada hari Jumat saja, memecahkan rekor harian negara bagian itu.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

X