Pemerintah Tutup Fasum, Warga Belanda Ramai-ramai Stok Ganja

- Rabu, 18 Maret 2020 | 07:51 WIB

AMSTERDAM, HARIANHALUAN.COM - Warga Amsterdam mulai panik dengan pengumuman penutupan sejumlah tempat keramaian dan fasilitas umum (fasum), termasuk deretan kafe di kota itu. Mereka mengantre untuk mendapatkan ganja.

Eropa mulai merasakan dampak dari virus Corona, termasuk Belanda. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengumumkan pasien meninggal dunia sebanyak 20 orang dari 1.135 kasus positif virus Corona.

Pemerintah awalnya enggan untuk menutup tempat keramaian meskipun wabah virus Corona telah menyebar di negara tersebut. Tapi, surat terbuka dari dokter Italia dan Belanda yang meminta agar area pulik ditutup akhirnya dituruti. Penutupan sekolah, museum, gym, klub seks hingga kafe ganja diberlakukan hingga 20 April.

Pengumuman itu, seperti negara lain, membuat warga panik. Mereka memborong bahan makanan, tisu toilet, dan hand sanitizer di supermarket.

Selain itu, antrean panjang juga terjadi di kafe ganja. Antrean itu muncul tak lama setelah pengumuman penutupan area publik itu.

"Bisa jadi selama dua bulan ke depan kami tidak bisa mendapatkan ganja, jadi setidaknya kami bisa menikmatinya di rumah," kata kata Jonathan, seorang pembeli di luar kedai kafe Point di Den Haag, seperti dikutip AFP.

"Teman saya memanggil saya seperti lima menit yang lalu, dia melihat konferensi pers - teman baik saya," dia menambahkan.

Pembelian ganja di kedai kopi memang lumrah di Belanda. Saat ini terdapat 576 kafe ganja di Belanda. Masing-masing orang juga bisa memiliki ganja di rumah asalkan tidak lebih dari 5 gram.

Antrean itu pun menjadi perbincangan netizen. Video antrean pembeli yang mengular di depan kafe ganja menjadi viral.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB
X