Waduh! Di Desa Ini Buaya Dijadikan Hewan Peliharaan

- Sabtu, 21 Maret 2020 | 22:25 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di pedalaman Nubia, wilayah di tepi Sungai Nil, selatan Mesir, bayi buaya duduk di bahu Mamdouh Hassan untuk membuat kagum para wisatawan.

Buaya adalah sumber pendapatan bagi warga Nubia di Mesir. Turis bisa membayar untuk mengagumi buaya-buaya ganas yang sudah dijinakkan warga.

Tetapi selain mendatangkan keuntungan, buaya memainkan peran penting dalam budaya kelompok etnis berbahasa unik yang memiliki beragam sejarah dari zaman Firaun itu.

Orang-orang Nubia bermukim di sepanjang tepi Sungai Nil di selatan Mesir lalu meluas ke utara Sudan.

Di Gharb Soheil, sebuah desa kaum Nubia dekat Aswan, kepala mumi buaya masih menghiasi pintu-pintu rumah berkubah putih biru.

Buaya dianggap membawa keberkahan dalam keyakinan masyarakat Nubia di Mesir.

Boneka buaya di pintu menunjukkan bahwa pemilik rumah menyimpan reptil besar sebagai hewan peliharaan.

Di luar rumahnya yang sederhana di desa, Hassan dengan lembut mengusap punggung Francesca - seekor buaya berumur 15 tahun yang panjangnya 1,5 meter.

"Saya telah membesarkannya sejak kecil," kata pria berusia 45 tahun itu dengan penuh kasih tentang kebanggaan dan kegembiraannya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ngeri, 14 Orang Tewas Efek Tersambar Petir di Pakistan

Minggu, 12 September 2021 | 21:50 WIB

Bikin Merinding, Ular Kobra 'Teror' Pemotor di India

Sabtu, 11 September 2021 | 10:02 WIB

Unik! Korea Utara Hanya Boleh Ada 15 Model Rambut Ini

Rabu, 8 September 2021 | 20:55 WIB
X