Waduh! Di Desa Ini Buaya Dijadikan Hewan Peliharaan

- Sabtu, 21 Maret 2020 | 22:25 WIB

"Dia hidup dengan makan ikan, daging, dan ayam."

Buaya peliharaan

Selama masa pemerintahan Presiden Gamal Abdel Nasser, pembangunan Bendungan Tinggi Aswan menciptakan saluran air di atas tanah tradisional milik masyarakat Nubia.

Ketika Danau Nasser mulai terisi pada tahun 1964, 44 desa ini dilanda banjir.

Sementara kawanan buaya di Sungai Nil mendapat manfaat dari habitat baru itu, Nasser tidak pernah memenuhi janjinya untuk memberikan kompensasi lahan baru bagi masyarakat Nubia.

Sebaliknya, sekitar 50 ribu warga Nubia dipindahkan ke desa-desa di utara bendungan, di tepi barat Sungai Nil dekat Kom Ombo dan Aswan - sebidang tanah sempit dengan ruang terbatas untuk pertanian.

Sejak saat itu, orang-orang Nubia menuntut pengembalian tanah mereka dan mempertahankan budaya mereka dengan memodernisasi tradisi mereka.

Memelihara buaya menjadi cara untuk menambah pendapatan dan mempromosikan warisan mereka.

Hassan belajar menjinakkan buaya dari ayahnya.

"Ayah saya adalah salah satu orang pertama di desa Nubia yang benar-benar memelopori gagasan membawa buaya sebagai hewan peliharaan untuk memikat wisatawan," katanya kepada AFP.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X