Waduh! Di Desa Ini Buaya Dijadikan Hewan Peliharaan

- Sabtu, 21 Maret 2020 | 22:25 WIB

Hingga hari ini, warga Nubia mempertahankan tradisi taksidermi buaya, dan tetap setia pada teknik yang sudah berusia berabad-abad.

"Meskipun kami tahu betul nilai kulit buaya, kami tidak menjualnya ... kami menghargainya," jelas Hassan.

Seekor buaya yang mati dikuliti dari perutnya dan diisi dengan jerami atau serbuk gergaji.

Buaya besar membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mumi sedangkan yang lebih kecil mengering dalam beberapa hari, kata Hassan.

"Ini Franco, yang meninggal bulan lalu," katanya tentang kepala besar mumi dari salah satu mantan hewan peliharaannya.

Abdel-Hakim Abdou, seorang pemilik kafe berambut keriting berusia 37 tahun merekomendasikan rumah Hassan sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi di sini.

"Sungai Nil untuk Nubia melambangkan kehidupan ... segala sesuatu yang berkeliaran di dalamnya kita anggap sebagai malaikat," katanya.(*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia-Pakistan Jajaki Kerja Sama Antar BUMN

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 03:00 WIB

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB
X