Koalisi Arab Luncurkan Operasi Militer di Yaman

- Senin, 27 Desember 2021 | 02:09 WIB
Ilustrasi Operasi Militer/AFP
Ilustrasi Operasi Militer/AFP

HARIANHALUAN.COM - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah meluncurkan operasi militer “skala besar” di Yaman setelah sebuah proyektil menewaskan dua orang di kerajaan itu, dalam kematian pertama dalam tiga tahun yang dipersalahkan pada pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Pasukan Koalisi Dukungan Pemerintah Yaman ini mengumumkan pada hari Sabtu (25/12/2021) ini, sebagai pelaksanaan serangan udara sebagai tanggapan pemberontak, lapor Arab News.

Serangan terhadap Kerajaan pada Jumat malam menargetkan kota Samtah, menewaskan seorang warga Saudi dan seorang Yaman. Enam warga Saudi dan seorang Bangladesh termasuk yang terluka, sementara dua toko serta 12 kendaraan hancur.

Houthi sering meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap warga sipil dan infrastruktur Saudi, tetapi ini adalah serangan mematikan pertama sejak satu orang tewas ketika sebuah rudal menghantam Riyadh pada 2018. Koalisi mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka “mempersiapkan operasi militer skala besar,” dan kemudian meluncurkan serangan udara terhadap sasaran Houthi di Yaman utara, katanya.

Koalisi meminta warga sipil untuk tidak berkumpul atau mendekati Kamp Tasyrifat di Sana’a. Selain itu, Koalisi juga memastikan bahwa operasi di Sana’a sesuai dengan hukum humaniter internasional dan aturan yang berlaku.

“Kami menghancurkan gudang senjata di kamp militer Tashreefat, dan operasi itu merupakan tanggapan langsung terhadap upaya untuk mentransfer senjata dari kamp di Sanaa,” kata koalisi dikutip Arab News.

Sebelumnya pada hari Sabtu, koalisi Saudi mengatakan telah melakukan 40 operasi yang menargetkan milisi Houthi yang didukung Iran di Marib dan Al-Jouf. Operasi ini dikabarkan menewaskan 223 milisi dan menghancurkan 17 kendaraan militer selama 24 jam terakhir.

Koalisi juga mengatakan akan mengadakan pengarahan komprehensif tentang krisis Yaman pada hari Minggu, ketika akan menyajikan bukti keterlibatan milisi Syiah Hizbullah di Yaman dan penggunaan bandara Sanaa untuk menargetkan Kerajaan. Koalisi menambahkan bahwa itu akan memberikan bukti bahwa bandara sedang diubah menjadi landasan peluncuran untuk rudal dan drone.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014 yang mengadu pemerintah yang diakui secara internasional yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi melawan Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: hidayatullah.com

Tags

Terkini

X