Bill Gates Siap Uji Coba Vaksin Corona ke...

- Jumat, 10 April 2020 | 10:20 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Vaksin virus corona atau Covid-19 hingga kini belum juga ditemukan. Sementara Bill Gates turun tangan ikut menciptakan vaksin dari penyakit yang kini tengah mewabah.

Bill Gates sengaja ikut mempercepat pengembangan vaksin corona atau Covid-19 dengan mendanai beberapa proyek. Bill and Melinda Gates Foundation akan memelopori pengembangan vaksin corona Covid-19.

Mereka akan memulai dengan tujuh jalur produksi yang berbeda untuk vaksin potensial. Nah, di antara vaksin yang dikembangkan itu hanya dua yang kemungkinan berhasil dan upaya itu menelan biaya miliaran dolar AS.

Kabar baiknya, kini salah satu vaksin yang sedang dikembangkan Bill Gates akan memasuki uji klinis fase pertama, sebagaimana dikutip dari BGR.

The Food and Drug Administration (FDA) menerima pengajuan dari Inovio Pharmaceuticals di bawah program Investigational New Drug program. Obat yang sedang diuji adalah vaksin DNA yang disebut INO-4800.

Vaksin DNA menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam studi praklinis yang melibatkan hewan. Obat ini dapat meningkatkan respons kekebalan dengan menyuntikkan struktur genetik yang direkayasa secara khusus ke dalam tubuh manusia.

Sistem kekebalan menghasilkan antibodi untuk melawan patogen yang baru terdeteksi. Pada akhirnya, dapat membantu memerangi virus corona baru. Sekira 40 sukarelawan sehat juga dipilih oleh Fakultas Kedokteran Philadelphia Paralman di Universitas Pennsylvania dan Center for Pharmaceutical Research di Kansas City akan diinokulasi dalam fase 1. Data dari uji coba akan siap pada musim panas tahun ini.

Vaksin didasarkan pada pekerjaan yang Inovio mulai untuk epidemi Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dari beberapa tahun yang lalu. Perusahaan menggunakan vaksin DNA dalam uji coba fase pertama dan menunjukkan respons menjanjikan, yakni menghasilkan tingkat antibodi tinggi yang bertahan untuk waktu yang lama pada subjek.

Inovio juga telah menghasilkan ribuan dosis INO-4800 hanya dalam beberapa minggu. Ribuan dosis itu akan digunakan dalam uji coba fase 1 dan 2. Perusahaan mengatakan, mereka dapat meningkatkan produksi hingga satu juta dosis pada akhir tahun jika uji klinis berhasil.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X