Pakar Sebut Omicron Akan Segera Menggantikan Delta Sebagai Varian Global Dominan

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 19:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Para ahli di Singapura, yang melihat lonjakan kasus Omicron, telah memperingatkan bahwa varian baru dan diduga lebih menular itu kemungkinan akan menggantikan Delta selama beberapa minggu mendatang sebagai varian global yang dominan, dengan virus itu menjadi lebih bugar dan memiliki keunggulan reproduksi.

Sementara Delta masih merupakan varian yang paling umum di semua benua kecuali Afrika, Omicron menyebar dengan sangat cepat, kata Dr Sebastian Maurer-Stroh, direktur eksekutif badan milik negara untuk Institut Bioinformatika Sains, Teknologi dan Penelitian.

Baca Juga: 175 ASN Padang Panjang Dilantik dan Diambil Sumpah

Dari pengiriman genom yang dikirim ke Gisaid, sebuah inisiatif ilmu data yang menyediakan platform genom bersama untuk Covid, strain Omicron telah terdiri antara 7 dan 27 persen dari pengiriman baru selama sebulan terakhir, hingga Selasa. Angka tersebut merujuk ke semua benua kecuali Afrika.

"Dari data saat ini, sepertinya Delta akan turun dari waktu ke waktu relatif terhadap Omicron," lapor The Straits Times, Kamis, 30 Desember 2021, mengutip Dr Maurer-Stroh, yang merupakan bagian dari tim global yang mengelola Gisaid.

Varian baru itu pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 11 November, dan kemudian di Botswana dan Hong Kong, sebelum menyebar di lebih dari 110 negara pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Arus Lalu Lintas di Bukittinggi Meningkat, Kasat Lantas: Macet Total Tidak Ada

Omicron sudah dominan di Australia, Rusia, Afrika Selatan dan Inggris, kata Profesor Dale Fisher, konsultan senior di Divisi Penyakit Menular Rumah Sakit Universitas Nasional. "Kami melihat transisi global dari Delta ke Omicron karena dengan penularan yang lebih besar, virus lebih bugar dan memiliki keunggulan reproduksi," kata Dale Fisher.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: tempo.id

Tags

Terkini

X