WHO Khawatir Varian Delta dan Omicron Jadi Lonjakan Kematian

- Minggu, 2 Januari 2022 | 11:45 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Twitter/@PeterASinger)
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Twitter/@PeterASinger)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Istilah Delmicron sudah tidak asing lagi untuk didengar. Delmicron bukanlah varian baru dari Covid-19, melainkan ancaman kembar yang disebabkan oleh varian Delta dan Omicron.

Sebagaimana diketahui, saat ini varian Omicron telah menyerang banyak negara di seluruh dunia. Varian yang berasal dari Afrika Selatan ini disebut memiliki kemampuan menular 500 persen lebih cepat dibandingkan dengan Delta.

Baca Juga: Delmicron Muncul Setelah Omicron, WHO: Ancaman Kembar Oleh Varian Delta

Kemampuan menular yang cepat serta berpotensi besar menyebabkan reinfeksi ini membuat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menilainya sebagai suatu ancaman yang besar.

"Varian Delta dan Omicron menjadi ancaman kembar yang meningkatkan kasus hingga mencapai angka kasus rekor yang menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian," terang Tedros, dalam unggahan Instagram resmi Satuan Tugas Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, dikutip dari Okezone.com, Minggu (2/1/2022).

Baca Juga: Lampaui Target WHO, Indonesia Genjot Vaksinasi di Seluruh Wilayah

Tedros mengaku sangat khawatir kejadian serupa seperti ledakan kasus pada varian Delta kembali terjadi. Hal ini disebabkan oleh sifat dan karakter Omicron yang memiliki banyak mutasi pada bagian protein spike yang menyebabkannya mudah menular.

"Saya sangat perihatin bahwa varian Omicron sangat menular dan menyebar pada saat yang sama seperti Delta. Menyebabkan tsunami kasus," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya tsunami kasus Covid-19 seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X