Punya Utang Rp1,2 Triliun, Pangeran Arab Dikejar-kejar Bank Swiss

- Jumat, 7 Januari 2022 | 12:15 WIB
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia. (Foto: editor.id)
Ilustrasi utang luar negeri Indonesia. (Foto: editor.id)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bank asal Swiss, Credit Suisse Group AG, kini tengah mengejar Pangeran Arab Saudi di pengadilan. Bank tersebut menuding sang pangeran gagal membayar utang beserta bunga di bank, sekitar US$ 78 juta atau sekitar Rp 1,2 trilliun.

Pangeran Arab Saudi itu diketahui bernama Fahad bin Sultan. Ia merupakan Gubernur Provinsi Tabuk, Arab Saudi.

Baca Juga: Asetnya Disita Negara Terkait Utang BLBI, Bos Texmaco Gugat Kemenkeu

Mengutip dari swissinfo.ch yang mengutip Bloomberg melalui CNBC Indonesia, Jumat (7/1), Pangeran Fahad awalnya mengajukan pinjaman berbunga untuk membiayai pembelian kapal pesiar mewah dan properti sepanjang 83 meter di Inggris.

Gugatan bahkan sudah diajukan sejak November 2021, menurut media tersebut Rabu (5/1/2021). Menurut dokumen pengadilan, kapal pesiar tersebut terdaftar di Kepulauan Cayman bernama Sarafsa bernilai US$ 65,5 juta sementara properti yang dibeli di Inggris, berada dekat klub elit, Golf Wentwonrth London senilai US$ 47 juta.

Baca Juga: Jebakan Utang China Memakan Korban, RI Terjerat?

Pinjaman disepakati tahun 2020. Namun peminjam tak kunjung membayar angsuran, bunga dan biaya lainnya yang terkait.

Bank tersebut juga mengatakan pihak peminjam gagal memberikan bukti bahwa sang pangeran memiliki aset likuid hingga US$ 25 juta.I ni menjadi pelanggaran perjanjian.

Juru bicara Pangeran Fahad dan pengacaranya belum memberi komentar. Seorang juru bicara Credit Suisse juga masih menolak mengomentari gugatan tersebut.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

X