Trump Akan Terbitkan Perpres Soal Polisi AS usai Kasus George Floyd

- Jumat, 12 Juni 2020 | 12:44 WIB

DALLAS, HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menerbitkan Perintah Presiden (Perpres) untuk mengatur Kepolisian AS. Namun, dia menegaskan tak bakal mendukung usulan pembubaran kepolisian yang dipicu oleh kematian George Floyd.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (12/6/2020) hal ini disampaikan Trump saat berbicara di acara bergaya kampanye, di sebuah gereja di Dallas. Trump mengatakan Perpres itu akan menyarankan departemen kepolisian untuk mengadopsi standar nasional dalam pengendalian kekuatan saat melakukan penangkapan.

Pemerintahannya juga akan mendukung pelatihan yang lebih baik bagi polisi dan program percontohan bagi pekerja sosial untuk bekerja bersama petugas penegak hukum.

Namun, dia mencemooh gerakan "menggunduli polisi" yang menganjurkan pengurangan anggaran untuk kepolisian dan menyalurkan uang itu ke program-program untuk pendidikan, kesejahteraan sosial, perumahan dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Trump berulang kali menyatakan dukungannya kepada polisi. Dia mengatakan kemajuan tidak akan tercipta dengan menyebut jutaan orang Amerika sebagai rasis.

"Dalam beberapa hari terakhir, telah ada diskusi yang gencar tentang bagaimana memastikan keadilan dan kesetaraan bagi semua masyarakat kita," kata Trump, Kamis (11/6).

"Sayangnya, ada beberapa yang mencoba memicu perpecahan dan mendorong agenda ekstrem - yang tidak akan kita lakukan - yang hanya akan menghasilkan lebih banyak kemiskinan, kejahatan, lebih banyak penderitaan. Ini termasuk upaya radikal untuk melakukan pemangkasan dana, merombak dan membubarkan polisi," ujar Trump.

Komentar Trump ini muncul menyusul kematian Floyd, seorang pria Afrika-Amerika, pada 25 Mei, setelah seorang polisi Minneapolis berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Kematiannya memicu gelombang protes di kota-kota AS dan luar negeri. Protes ini memberi energi pada gerakan keadilan rasial Black Lives Matter.

Trump menyerukan gubernur negara bagian untuk menindak para pengunjuk rasa dan mengancam akan mengerahkan militer AS.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X