Pasca Operasi Transpalasi Jantung Babi, Pasien di Amerika Stabil

- Rabu, 12 Januari 2022 | 05:59 WIB
Ilustrasi operasi transplantasi jantung babi ke manusia (Pixabay)
Ilustrasi operasi transplantasi jantung babi ke manusia (Pixabay)

HARIANHALUAN.COM - Seorang pria Amerika dengan penyakit jantung menerima hati babi yang dimodifikasi secara genetik melalui operasi pertama perusahaannya di dunia. Mengutip laporan internasional, tim dokter pada Senin (11/1/2022) mengatakan pasien sekarang dalam kondisi stabil tiga hari setelah operasi transplantasi jantung babi dilakukan.

Baca Juga: Swiss dan Segala Aturan Unik yang Berlaku: Lelaki Tidak Boleh Buang Air Saat Malam

Operasi yang dilakukan oleh tim medis di Maryland Medical University ini adalah yang pertama dilakukan menggunakan metode transplantasi jantung babi ke manusia, kutip Reuters. Dengan demikian hal ini dianggap terobosan pertama di bidang yang memungkinkan operasi transplantasi organ menjadi metode baru.

Baca Juga: 5 Manfaat Bengkuang, Kurangi Resiko Kanker Hingga Atur Gula Darah

Jika terbukti efektif, para ilmuwan berharap organ babi dapat mengurangi masalah kekurangan pasokan organ yang disumbangkan. Dalam sebuah pernyataan, Dr Bartley Griffith, salah satu dokter yang ikut dalam operasi transplantasi jantung babi tersebut mengatakan, ini adalah operasi yang tidak biasa.

“Ini adalah operasi yang luar biasa dan membawa kami ke upaya lain yang lebih cepat untuk mengurangi masalah kekurangan pasokan organ yang disumbangkan,” kata Bartley.

Baca Juga: Gejala Diabetes pada Perempuan, Waspadai Sebelum Terlambat

“Saat ini kami tidak memiliki persediaan organ tubuh yang memadai terutama jantung manusia untuk diberikan kepada pasien yang sangat membutuhkan,” tambah dia.

“Kami memantau ketat operasi ini, namun kami juga optimistis operasi perusahaan yang baru pertama kali dilakukan, akan membawa opsi baru bagi pasien di masa mendatang,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: hidayatullah.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Raja Arab Salman Wafat? Begini Penjelasan KJRI Jeddah

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:33 WIB

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB

China Ciptakan Bulan Buatan, untuk Apa?

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB
X