Kabar Buruk! WHO Sebut Omicron Sudah Kuasai 208.870 Pasien Covid-19

- Kamis, 13 Januari 2022 | 19:15 WIB
Ilustrasi WHO
Ilustrasi WHO

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Varian Omicron telah menyebabkan ledakkan kasus Covd-19 di berbagai negara. Kabar baiknya, gejala yang disebabkan oleh varian Omicron memang lebih ringan ketimbang varian Delta.

Dalam laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, varian Omicron telah menurunkan prevalensi varian Delta, dan tingkat sirkulasi varian Alpha, Beta dan Gamma juga sangat rendah.

Baca Juga: Kabar Buruk! Bukan Paru-paru, Ini Organ Penting Tubuh yang Diserang Virus Covid Varian Omicron

"Mengikuti identifikasi kasus Omicron terkait perjalanan, banyak negara sekarang melaporkan cluster serta komunitas transmisi VOC ini," jelas WHO dikutip dari Okezone.com, Kamis (13/1/2022).

Dalam datanya, WHO menyebut dari 357.206 kasus yang diunggah ke GISAID dalam 30 hari terakhir, sebanyak 208.870 kasus atau 58,5% adalah Varian Omicron, 147.887 kasus atau 41,4% adalah Delta, 12 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Alpha, 2 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Gamma, 1 kasus atau kurang 0,1% adalah Beta dan 6 kasus atau kurang 0,1% terdiri dari varian sirkulasi lainnya termasuk VOI Mu dan Lambda.

Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Booster Penting di Tengah Ancaman Omicron? Simak Penjelasan Kepala BPOM

Sebagai catatan, distribusi VOC global harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan pengawasan keterbatasan, termasuk perbedaan dalam kapasitas pengurutan dan strategi pengambilan sampel antar negara, serta keterlambatan pelaporan.

WHO sendiri sudah bekerja sama dengan otoritas nasional, lembaga dan peneliti secara rutin menilai apakah varian SARSCoV-2 mengubah transmisi atau karakteristik penyakit, atau berdampak pada efektivitas vaksin, terapi, diagnostik atau kesehatan masyarakat dan tindakan sosial (PHSM) untuk mengendalikan persebaran penyakit.

Karenanya, Variant of Concern (VOC), Variant of Interest (VOI) atau Variant Under Monitoring (VUM) akan secara teratur diperbaharui berdasarkan risiko yang ditimbulkan. Saat bukti tersedia, klasifikasi varian akan diubah untuk mencerminkan evolusi berkelanjutan dari varian dan perubahan epidemiologinya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Raja Arab Salman Wafat? Begini Penjelasan KJRI Jeddah

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:33 WIB

Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp987 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:25 WIB

China Ciptakan Bulan Buatan, untuk Apa?

Senin, 17 Januari 2022 | 08:30 WIB
X