Benua Arktik Perlahan Mulai Tenggelam, Kiamat Makin Dekat

- Jumat, 14 Januari 2022 | 01:55 WIB
Dalam 50 tahun terakhir, suhu di benua Arktik mengalami peningatan siginifikan di banding belahan dunia lain dan memicu es mencair lebih cepat.  (Foto/dok.)
Dalam 50 tahun terakhir, suhu di benua Arktik mengalami peningatan siginifikan di banding belahan dunia lain dan memicu es mencair lebih cepat. (Foto/dok.)


HARIANHALUAN.COM - Dalam 50 tahun terakhir, suhu di benua Arktik mengalami peningatan siginifikan di banding belahan dunia lain. Benua tersebut juga mengalami anomali cuaca yang aneh dengan peningkatan suhu hingga 40 derajat celcius yang bisa membuat permafrost atau tanah beku di Arktik mencair.

Saat ini suhu di Arktik telah meningkat dua hingga tiga kali lebih cepat selama setengah abad terakhir. Kenaikan suhu secara keseluruhan di Arktik, tercatat 2 hingga 3 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Kimberley Miner, seorang ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet Institut Teknologi California mengatakan, permafrost sendiri, rata-rata, menghangat hampir 0,4 derajat celcius dari 2007 hingga 2016.

Baca Juga: Penjualan Ritel Daihatsu Tahun 2021 Tembus 151 Ribu Unit

"Ini meningkatkan kekhawatiran tentang laju pencairan yang cepat dan potensi pelepasan karbon lama," kata Miner seperti dikutip Science Alert, Kamis (13/1/2022).

Dalam penelitiannya, Miner memproyeksikan hilangnya sekitar 4 juta kilometer persegi permafrost pada tahun 2100 di Arktik . Bahkan ini tetap terjadi jika dunia berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dalam beberapa dekade mendatang. Naiknya suhu bukan satu-satunya penyebab benua Arktik mencair lebih cepat.

Baca Juga: Dr Terawan Suntikkan Booster Vaksin Nusantara Kepada Menhan Prabowo

Para peneliti juga menunjukan kemungkinan kebakaran bawah tanah di hutan Arktik dengan cepat bisa memperluas lapisan permafrost yang mencair. Saat iklim menghangat, kobaran api yang jauh dan tidak terkendali ini diproyeksikan meningkat 130 hingga 350 persen dalam 50 tahun dan melepaskan lebih banyak karbon permafrost.

"Kebakaran di bawah tanah ini dapat melepaskan karbon dari lingkungan yang sebelumnya dianggap tahan api," kata Miner.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

Oleksiy Vadatursky, Konglomerat Ukraina Dibom Rusia

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Joe Biden Positif Covid-19 Lagi, Begini Gejalanya!

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:21 WIB
X