Cegah Penyebaran Covid-19, Spanyol - Belanda Bunuh 1 Juta Ternak

- Selasa, 4 Agustus 2020 | 10:26 WIB

HARIANHALUAN.COM - Setidaknya ada lebih dari 1 juta hewan dipeternakan Spanyol dan Belanda telah dibunuh. Hal ini sengaja dilakukan guna mencegah mewabahnya virus covid-19 di negara itu. 

Virus yang pertama kali menginfeksi orang di China akhir tahun lalu berasal dari sumber hewan, mungkin kelelawar, dan kemudian menyebar dari orang ke orang. Beberapa hewan, termasuk kucing, harimau dan anjing, telah terinfeksi dari manusia, tetapi belum ada kasus yang terdokumentasi tentang hewan yang menyebarkannya kembali ke manusia.

Kondisi ini menjadi pertimbangan Spanyol dan Belanda mengambil tindakan pencegahan. Wabah ini telah membuat hewan memiliki risiko besar karena pekerja yang terinfeksi, meskipun pejabat masih tidak yakin. Namun pemerintah Belanda dan seorang peneliti dan para ilmuwan sedang menyelidiki apakah ada kemungkinan penyebaran ulang dari hewan ke manusia.

Wabah seperti itu terjadi di peternakan bulu Spanyol di dekat La Puebla de Valverde. Kepala daerah pertanian dan lingkungan, Joaquín Olona, mengatakan ditemukan tujuh dari 14 karyawan, termasuk pemiliknya, dinyatakan positif pada akhir Mei. Sebanyak dua karyawan lain terinfeksi bahkan setelah operasi ditutup.

Lebih dari 92 ribu hewan berbulu yang diternakkan diperintahkan untuk dibunuh di peternakan di wilayah Aragon, Spanyol timur laut. Keputusan ini setelah sembilan dari 10 hewan diperkirakan telah tertular virus itu.

Setelah wabah Belanda dimulai pada April, dokter hewan yang mempelajari virus di Wageningen University and Research, Profesor Wim van der Poel, menetapkan bahwa jenis virus pada hewan itu mirip dengan virus yang beredar di antara manusia. "Kami berasumsi bahwa itu mungkin akan ditransmisikan kembali kepada orang-orang lagi," katanya merujuk pada setidaknya dua pekerja yang terinfeksi.

Peneliti di Cary Institute of Ecosystem Studies di Millbrook, New York, Richard Ostfeld, mengatakan  jika dikonfirmasi, ini akan menjadi contoh pertama penularan dari hewan ke manusia. "Dengan bukti penularan hewan berbulu-ke-manusia yang diternakkan, kita pasti perlu khawatir dengan potensi hewan peliharaan yang terinfeksi untuk menularkan infeksi mereka kepada kita," katanya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan beberapa virus corona yang menginfeksi hewan dapat menyebar ke manusia dan kemudian menyebar di antara manusia. Namun lembaga ini menekankan kondisi tersebut jarang terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan yang berbasis di Paris sedang mempelajari transmisi virus antara hewan dan manusia. Beberapa universitas dan lembaga penelitian juga memeriksa masalah ini.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB
X