Cegah Penyebaran Covid-19, Spanyol - Belanda Bunuh 1 Juta Ternak

- Selasa, 4 Agustus 2020 | 10:26 WIB

WHO telah mencatat bahwa penularan pada peternakan pembibitan bulu dapat terjadi dengan dua arah. Namun, perwakilan WHO Dr. Maria Van Kerkhove mengatakan transmisi seperti itu sangat terbatas.

“Ini memberi kita beberapa petunjuk tentang hewan mana yang rentan terhadap infeksi dan ini akan membantu kita saat kita mempelajari lebih lanjut tentang potensi penampungan hewan (virus),” kata Kerkhove merujuk pada kasus di Belanda dan Denmark, produsen utama lainnya bulu dari hewan yang diternakan.

Sementara para ilmuwan mengira virus itu berasal dari kelelawar, Kerkhove menduga wabah tersebut mungkin telah melewati hewan lain sebelum menginfeksi manusia. Tim WHO yang berada di China berencana untuk mempelajari masalah ini.

Otoritas Keamanan Produk Makanan dan Konsumen Belanda menyatakan lebih dari 1,1 juta hewan di peternakan bulu telah terbunuh di 26 pertanian Belanda. Pemerintah mengumumkan bulu di peternakan ke-27 juga terinfeksi dan akan dibunuh.

Direktur federasi Belanda para petani bulu, Wim Verhagen, menyatakan Belanda yang memiliki sekitar 160 peternakan bulu adalah penghasil bulu berharga terbesar keempat di dunia setelah Denmark, China, dan Polandia. Spanyol memiliki 38 operasi pembibitan bulu aktif, sebagian besar di Galicia barat laut.

Spanyol dan Belanda telah memperketat protokol kebersihan di peternakan bulu dan melarang transportasi hewan dan kunjungan ke bangunan tempat memelihara. China dan Amerika Serikat belum melaporkan adanya wabah virus di peternakan bulu atau pada hewan di peternakan lain. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ngeri! Taliban Gantungkan Mayat Laki-laki di Pusat Kota

Minggu, 26 September 2021 | 06:45 WIB

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB
X