Komandan Houthi Tewas dalam Serangan Koalisi di Yaman

- Rabu, 19 Januari 2022 | 09:45 WIB
Api terlihat setelah serangan udara Israel menghantam sasaran Hamas di Kota Gaza, Gaza pada 15 Juni 2021. [Ali Jadallah - Anadolu Agency]
Api terlihat setelah serangan udara Israel menghantam sasaran Hamas di Kota Gaza, Gaza pada 15 Juni 2021. [Ali Jadallah - Anadolu Agency]

SANAA, HARIANHALUAN.COM - Seorang komandan Houthi tewas dalam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Sanaa, kata kelompok pemberontak Yaman itu pada Selasa (18/1/2022).

Dikutip dari Kantor berita Saba yang dikelola Houthi melalui Republika.co.id, Rabu (19/1/2022), mengatakan kepala Akademi Penerbangan Brigadir Jenderal Abdullah Qassem al-Junaid dan keluarganya tewas dalam serangan yang menargetkan rumahnya pada Senin (17/1/2022) malam. Tidak ada komentar dari koalisi pimpinan Saudi atas laporan tersebut.

Baca Juga: Ganas! Serangan Udara Irak Habisi ISIS di Gurun Al-Anbar

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa lima anggota keluarga tewas dalam serangan udara yang dipimpin Saudi di Sanaa pada Senin malam. Badan itu pun menyerukan penghentian eskalasi di Yaman.

Pada Senin (17/1/2022), koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan pihaknya menargetkan "pemimpin teroris" di utara Sanaa, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sehari setelahnya, koalisi mengatakan mereka telah menyerang bangunan-bangunan pemberontak dan sistem komunikasi drone dan gudang di ibu kota Yaman.

Baca Juga: Ya Allah! Serangan Udara Tewaskan 9 Perwira Tinggi LNA

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah sistem pertahanan udara Saudi mencegat delapan drone pemberontak yang ditembakkan dari Yaman ke Arab Saudi.

Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut sebagian besar negara itu, termasuk Sana’a. Konflik tersebut telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk akibat ulah manusia, dengan hampir 80 persen atau sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dan lebih dari 13 juta dalam bahaya kelaparan, menurut info PBB. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X