Setelah Hagia Sophia, Gereja Kuno Diubah Erdogan Jadi Masjid

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 09:30 WIB

HARIANHALUAN.COM - Setelah Hagia Sophia, kini giliran Museum Kariye di Kota Istanbul yang diubah fungsinya oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi masjid.
Semula, Museum Kariye adalah Gereja Chora, gereja ortodoks kuno yang sempat menjadi masjid dan kemudian museum.

Bangunan ini dikenal sebagai Gereja Chora yang secara harfiah berarti negara. Gereja ini mendapatkan julukan Holy Saviour Outside the Walls atau juru selamat suci yang berada di luar tembok. Julukan ini menandakan bahwa bangunan ini pertama kali dibangun di luar tembok monumental Theodosius II atau benteng Konstantinopel.

Museum Kariye termasuk dalam monumen Bizantium yaitu bangunan yang dibangun semasa Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur pada abad pertengahan. Layaknya arsitektur Bizantium lain, Museum Kariye dibangun sarat dengan mosaik dan lukisan yang berseni tinggi.

Sejak pertama kali didirikan pada abad ke-5, bangunan Museum Kariye sudah direkonstruksi lima kali. Perubahan paling signifikan terjadi pada abad ke-11, ke-12, dan ke-14. Pada 2013 lalu, museum ini juga direstorasi secara bertahap.

Saat ini, Museum Kariye memiliki lima unit arsitektur utama yaitu nave, paviliun, narthex dalam, narthex luar, dan kapel untuk makam.

Dekorasi interior klasik mulai dari mosaik hingga lukisan dinding yang menghiasi Museum Kariye berasal dari tahun 1320. Pembuatannya didanai oleh Theodore Metochites, penyair dan sastrawan di bawah Kaisar Andronikos II.

Sebagian besar interior museum dihiasi mosaik yang menggambarkan kehidupan Kristus dan Maria. Di bagian kubah misalnya, tampak penggambaran tentang Silsilah Kristus. Di kubah kiri narthex terjadi mosaik Maria dan bayi yesus yang dikelilingi leluhurnya. Di bagian tengah ada tiga mosaik yaitu Kristus, Maria dan Bayi Yesus, dan Dormition of the Blessed Virgin (Assumption).

Dikutip dari Lonely Planet, salah satu mosaik paling indah terletak di atas pintu ke nave di narthex bagian dalam. Mosaik itu menggambarkan Theodore mempersembahkan gereja kepada Kristus.

Berbeda dengan mosaik, lukisan dinding di Museum Kariye banyak menggambarkan kematian dan kehidupan setelahnya. Tampak lukisan gerbang neraka di bawah kaki Kristus. Ada pula lukisan Maria dan 12 bidadari.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X