Terapi Plasma Disetujui untuk Obati Corona

- Senin, 24 Agustus 2020 | 07:38 WIB

HARIANHALUAN.COM - Amerika Serikat (AS) menyetujui penggunaan terapi plasma darah dari pasien yang pulih Covid-19 ke pasien yang terinfeksi corona. Badan POM AS, FDA, menegaskan telah mengeluarkan izin darurat.

Plasma pasien sembuh diyakini mengandung antibodi. Ini diharapkan bisa melawan dan membantu melindungi pasien agar tidak semakin parah.
Baca: Nggak Kelar-kelar, Sepekan Lalu Ribuan Warga RI Kena Covid-19

"Manfaat yang diketahui dan potensial dari produk tersebut lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial dari produk tersebut," kata FDA dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Senin (24/8/2020).

Dalam laporan The Washington Post, persetujuan sudah diberikan ke 70.000 pasien. Sebelumnya FDA memang sudah mengizinkan metode ini namun hanya dalam kondisi tertentu.

Meski begitu, sejumlah dokter menekankan pembuktian lebih lanjut. Terutama soal efek samping dari terapi ini.

"Masih perlu dibuktikan dalam uji klinis," kata spesialis paru di Lenox Hill Hospital di New York, Len Horovitz.

Ia membenarkan terapi ini mungkin akan berhasil. Tapi, menurutnya, terapi plasma darah tidak bisa dipakai untuk pengobatan penyelamatan ke pasien yang sudah sakit parah.

Saat ini sudah 23,5 juta orang terinfeksi corona. Dengan total kematian mencapai 812.056 dan sembuh 16.068.055.

Ada 213 negara terinfeksi. AS menjadi negara dengan kasus terburuk di mana ada 5,8 juta kasus dengan 180 ribu kematian.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X