AS Buat RUU Baru, Sasar Presiden Xi Jinping?

- Senin, 24 Agustus 2020 | 10:18 WIB

HARIANHALUAN.COM - Sebagaimana ditulis South China Morning Post, rancangan undang-undang (RUU) yang bernama Enemy Act dibuat Parlemen Amerika Serikat akan menyasar Presiden China Xi Jinping. Jika disetujui, mungkin Xi tidak akan lagi disebut sebagai presiden setidaknya di AS.

RUU ini diperkenalkan Perwakilan Partai Republik Scott Perry dari Pennsylvania pada 7 Agustus. Ini mengarah ke istilah presiden yang merujuk pada seorang pemimpin yang seharusnya dipilih warganya.

Namun, Xi, tidak bisa menyandang itu karena tidak terpilih. Sehingga nantinya, Xi hanya akan disebut sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis China (CCP), jabatan yang juga ia sandang sekarang.

"RUU tersebut memilih China," tulis media itu sebagaimana dikutip Senin (24/8/2020).

"Tetapi tidak menargetkan para pemimpin di banyak negara lain yang tidak terpilih atau berkuasa akibat pemilihan yang tidak dianggap bebas dan adil."

Di China, Xi memegang tiga jabatan. Selain presiden dan sekjen partai komunis, ia juga ketua komisi militer pusat pemerintah.

Pengamat memang melihat sejumlah pejabat AS tak menyebut Xi sebagai presiden dalam sejumlah kesempatan. Xi disebut sekjen bahkan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Belum ada komentar resmi China soal ini. SCMP menulis, ini akan memanaskan hubungan kedua negara yang memang sudah memburuk akibat banyak hal, bukan hanya perdagangan, tapi juga teknologi, Hong Kong hingga Laut China Selatan.

Pisah dari China

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Turki Padamkan 98 Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Senin, 2 Agustus 2021 | 04:35 WIB

Soal Covid-19, China Tuding AS yang Salah

Jumat, 30 Juli 2021 | 13:15 WIB
X