Duh, Grup Facebook Pengkritik Raja Thailand Diblokir

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 15:42 WIB

HARIANHALUAN.COM- Grup facebook Royalist Marketplace dengan satu juta anggota, diblokir karena sering mengkritik raja negara itu. Grup itu dibentuk pada April oleh Pavin Chachavalpongpun, seorang akademisi dan kritikus monarki yang mengasingkan diri.

Pada Senin malam, laman grup tersebut memunculkan pesan: "Akses ke grup ini telah dibatasi di Thailand sesuai dengan permintaan hukum dari Kementerian Ekonomi dan Masyarakat Digital."

Pavin, yang tinggal di Jepang, mengatakan Facebook telah tunduk pada tekanan pemerintah yang didominasi militer.

"Kelompok kami adalah bagian dari proses demokratisasi, ini adalah ruang untuk kebebasan berekspresi," kata Pavin kepada Reuters.

"Dengan melakukan ini, Facebook bekerja sama dengan rezim otoriter untuk menghalangi demokrasi dan membangun otoriterisme di Thailand."

Grup baru Pavin dengan nama yang sama sudah memiliki lebih dari 455.000 anggota pada hari Selasa.

Facebook mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya berencana untuk menggugat pemerintah Thailand secara hukum setelah "dipaksa" untuk memblokir akses ke grup tersebut.

"Permintaan seperti ini sangat berat, melanggar hukum hak asasi manusia internasional, dan memiliki dampak mengerikan pada kemampuan orang untuk mengekspresikan diri," kata juru bicara Facebook.

"Kami bekerja untuk melindungi dan membela hak-hak semua pengguna internet dan bersiap untuk secara hukum menentang permintaan ini."

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X