Duh, Grup Facebook Pengkritik Raja Thailand Diblokir

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 15:42 WIB

Undang-undang lese majeste Thailand, yang melarang pencemaran nama baik raja, dengan hukuman hingga 15 tahun penjara, seringkali menjadi dasar permintaan untuk memblokir atau menghapus konten di platform media sosial.

Awal bulan ini, menteri digital Thailand menuduh Facebook tidak memenuhi permintaan untuk membatasi konten, termasuk penghinaan terhadap monarki.

Pada 10 Agustus, dia memberi waktu 15 hari kepada Facebook untuk mematuhi perintah penghapusan dari pengadilan atau menghadapi dakwaan berdasarkan Undang-Undang Kejahatan Komputer setempat, yang dikenakan denda hingga 200.000 baht (Rp93,4 juta) dan tambahan 5.000 baht (Rp2,34 juta) per hari hingga masing-masing perintah dilaksanakan.

Juru bicara kementerian digital Putchapong Nodthaisong mengatakan pada Senin bahwa Facebook bekerja sama sebelum tenggat waktu karena memahami konteks masyarakat Thailand.

Putchapong tidak mengomentari rencana tindakan hukum Facebook ketika ditanya oleh Reuters pada Selasa.

Kementerian itu pekan lalu mengajukan keluhan kejahatan dunia maya terpisah terhadap Pavin karena membuat grup itu. (*)
 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X