Pulihkan Hubungan dengan Israel, Hizbullah: Rezim Bahrain Pengkhianat

- Minggu, 13 September 2020 | 13:09 WIB

HARIANHALUAN.COM-Aksi protes keras atas langkah Bahrain untuk memulihkan hubungan dengan Israel dilancarkan Kelompok Hizbullah Lebanon.

Kelompok yang didukung Iran itu  menilai langkah Bahrain untuk memulihkan hubungan dengan Israel sebagai "pengkhianatan luar biasa" terhadap rakyat Palestina.

Melalui pernyataannya pada Sabtu (12/9) waktu setempa, Hizbullah menyebutkan bahwa langkah "rezim tirani di Bahrain" itu dilakukan atas perintah Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut menyusul kecaman sebelumnya dari Kementerian Luar Negeri dan Pengawal Revolusi Iran.

Bahrain pada Jumat (11/9) bergabung dengan Uni Emirat Arab (UAE) untuk meresmikan hubungan dengan Israel.

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang mencapai kesepakatan dengan Israel, yang juga telah memiliki hubungan diplomatik dengan Mesir dan Yordania sejak puluhan tahun lalu.

Pada Agustus, UAE sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh AS.

Kesepakatan itu akan ditandatangani pada Selasa (15/9) dalam upacara yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, yang berupaya terpilih kembali pada pilpres 3 November mendatang. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Innalillahi, 46 Orang Tewas akibat Banjir di India

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:35 WIB

Jamaah yang Sudah Divaksin Sinovac Dibolehkan Umrah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:10 WIB

Selama Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kecelakaan Pesawat di Rusia, 16 Orang Dilaporkan Tewas

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:35 WIB

Terpopuler

X