Bukan dari Pasar di Wuhan, Ahli Virus China Sebut Virus Corona Berasal dari Lab Militer

- Senin, 14 September 2020 | 12:53 WIB

HARIANHALUAN.COM - Seorang ahli virus atau virologist asal China yang kini bersembunyi di Amerika Serikat membantah klaim yang menyatakan virus corona Covid-19 berasal dari pasar basah di Kota Wuhan. Dia mengaku punya bukti virus itu berasal dari laboratorium militer China.

Dr Li-Meng Yan dalam wawancara dengan ITV Jumat kemarin mengatakan penularan virus corona dari manusia ke manusia sudah terjadi ketika dia mulai menyelidiki virus SARS-CoV-2 pada akhir Desember tahun lalu.

"Yang pertama, pada waktu itulah pemerintah China menemukan kasus Covid-19. Yang kedua, penularan antarmanusia pada waktu itu sudah terjadi. Yang ketiga, SARS-Cov-2 adalah virus mutan berbahaya dan bisa segera menjadi pandemi jika tanpa pengendalian," kata Dr Li, seperti dilansir laman Al Arabiya, Minggu (13/9).

"Sebetulnya saya sudah melaporkan kepada atasan saya yang juga konsultan WHO tapi tidak ada tanggapan dari WHO dan dari mereka karena semua memperingatkan, jangan melewati batas dan tetaplah bungkam, jika tidak, saya bisa dihilangkan," kata pembocor rahasia China itu yang sebelumnya bekerja di Sekolah Kesehatan Umum Hong Kong dan ditugaskan memantau klaster virus pada akhir Desember.

Direktur Komisi Kesehatan Nasional China membantah klaim soal pemerintah yang menutup-nutupi kasus virus corona dan mengatakan pemerintah China tidak terlambat dalam melaporkan pandemi ini.

Bantahan WHO

Pada Mei lalu WHO membantah tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim memiliki bukti virus berasal dari sebuah laboratorium China.

Para ilmuwan meyakini virus mematikan itu menular dari binatang ke manusia, muncul pertama kali di China tahun lalu, kemungkinan dari sebuah pasar di Wuhan yang menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Trump menyebut telah melihat bukti bahwa Institut Virologi Wuhan adalah sumber wabah, kendati dia menolak memberikan rincian informasi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Filipina Diguncang Gempa Berkekuatan M 6,7

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:19 WIB

Cina Tolak Investigasi WHO, Ada Data Rahasia?

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:32 WIB

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Dijemput Maut

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

China Dihantam Banjir, Puluhan Orang Tewas

Kamis, 22 Juli 2021 | 00:01 WIB
X