Sperma Tertua di Dunia Ditemukan, Panjangnya sampai 7 Meter?

Administrator
- Kamis, 17 September 2020 | 09:11 WIB

Umumnya, pejantan (termasuk manusia) menghasilkan puluhan juta sel sperma kecil tetapi bagi ostracoda punya kecenderungan kualitas ketimbang kuantitas sperma.

Ada beberapa teori yang saling bertentangan mengenai nilai evolusi sprema raksasa.

"Misalnya, percobaan menunjukkan bahwa dalam satu kelompok, tingkat persaingan yang tinggi antar laki-laki dapat menyebabkan kehidupan sperma lebih lama, sementara di kelompok lain, tingkat persaingan yang rendah juga menyebabkan kehidupan sperma yang lebih lama," lanjut Matzke-Karasz.

Penemuan ini menunjukkan "bahwa reproduksi dengan sperma raksasa bukanlah pemborosan evolusioner di ambang kepunahan, tetapi keuntungan jangka panjang yang serius bagi kelangsungan hidup suatu spesies," tuturnya. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Indonesia Tambah 1.000 Personel Penjaga Perdamaian

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:45 WIB

Pembakaran Masjid di Siprus Dapat Kecaman dari Turki

Selasa, 7 Desember 2021 | 06:00 WIB

Masjid Agung Cordoba Alami Masalah 'Kritis'

Selasa, 7 Desember 2021 | 01:41 WIB

Gunung Fuji di Jepang Dikabarkan Akan Meletus

Minggu, 5 Desember 2021 | 05:05 WIB
X