Presiden Armenia Mundur, Ngaku Tak Lagi Punya Pengaruh di Masa Krisis

- Senin, 24 Januari 2022 | 13:15 WIB
Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia Armen Sarkissian di Emirates Palace Abu Dhabi, Senin pagi (13/1/2020). (antara)
Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia Armen Sarkissian di Emirates Palace Abu Dhabi, Senin pagi (13/1/2020). (antara)

Baca juga: Armenia dan Azerbaijan Setuju Berdialog untuk Redakan Ketegangan

Sarkisian dalam pernyataannya Minggu (23/1/2022) malam mengecam "kenyataan di mana presiden tidak dapat memveto undang-undang yang dia yakini buruk bagi rakyat dan negara".

Dia menambahkan bahwa berbagai kelompok politik di negara yang terkurung daratan itu memandang kantor kepresidenan bukan sebagai anugerah bagi Armenia, tetapi sebagai "bahaya bagi mereka".

Seruan untuk reformasi hukum
“Saya berharap pada akhirnya perubahan konstitusi akan dilaksanakan dan presiden dan pemerintahan presiden berikutnya akan dapat beroperasi dalam lingkungan yang lebih seimbang,” tambah pernyataan itu.

Perang, yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, membuat pasukan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah pegunungan yang disengketakan.

Konstitusi Armenia menetapkan bahwa parlemen - yang dikendalikan oleh partai-partai yang bersekutu dengan Pashinyan - harus mengadakan pemungutan suara untuk memutuskan presiden berikutnya dalam waktu 35 hari.

Armen Sarkisian adalah seorang mantan profesor fisika, yang lahir pada 1953 di ibu kota Yerevan. Dia menjabat sebagai perdana menteri antara 1996-1997, menurut biografi resmi.

Dia adalah duta besar Armenia untuk Inggris pada saat dia terpilih sebagai presiden pada Maret 2018 oleh legislatif dengan mayoritas besar.

Pengumuman pengunduran diri Sarkisian datang tak lama setelah kunjungan ke Uni Emirat Arab, setelah kantornya mengumumkan dia akan mengambil cuti untuk menjalani pemeriksaan medis, tanpa memberikan rincian.

Ekonomi Armenia berjuang sejak runtuhnya Soviet dan uang yang dikirim pulang oleh orang-orang Armenia di luar negeri telah membantu pembangunan sekolah, gereja dan proyek infrastruktur lainnya, termasuk di Nagorno-Karabakh.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X