Unjuk Rasa Besar-besaran, Demonstran Ultimatum PM Thailand Harus Mundur

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 06:49 WIB

HARIANHALUAN.COM-Unjuk rasa  besar-besar di  Thailand   berjung dengan ultimatum. Dalam tempo  tiga hari Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha harus mundur.

Meski demikian, pemimpin demonstran yang mengumumkan ultimatum itu  sempat ditahan selama dua jam, Kamis malam (21/10/2020).

Puluhan ribu orang berpawai ke kantornya di Government House. Demonstran telah turun ke jalan selama beberapa bulan untuk menentang Prayuth dan menyerukan pembatasan wewenang Raja Maha Vajiralongkorn.

Demonstran mengklaim sukses setelah menyerahkan contoh surat pengunduran diri untuk Prayuth di luar kantornya.
 
“Pertarungan kita belum berakhir selama dia tidak mengundurkan diri. Jika dalam tiga hari dia tidak mengundurkan diri, dia akan menghadapi orang-orang lagi,” kata pemimpin demonstran Patsaravalee 'Mind' Tanakitvibulpon, 25, kepada kerumunan orang. 

Sementara PM Prayuth telah menyatakan siap mencabut kebijakan darurat yang dia terapkan pekan lalu untuk menghentikan unjuk rasa sebagai langkah untuk meredam situasi.(*)

Editor: Administrator

Terkini

Asal Mula Peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Rabu, 22 September 2021 | 07:53 WIB

4 Orang Kaya Dunia Ini Tak Mau Wariskan Harta Pada Anak

Senin, 20 September 2021 | 20:00 WIB

Manny Pacquiao Calon Presiden Philipina

Senin, 20 September 2021 | 00:01 WIB

Afghanistan Lagi-lagi Dibom, 7 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 19 September 2021 | 08:30 WIB

Kopi Nusantara Tarik Perhatian Pelaku Usaha di Turki

Sabtu, 18 September 2021 | 23:26 WIB

Mantan Pesepak Bola Dunia Pele Kembali Dilarikan ke ICU

Sabtu, 18 September 2021 | 11:10 WIB
X